Friday, July 21, 2017

GERMAS, TEPAT UNTUK INDONESIA HEBAT


Hah, tes gula darah! Sontak hal ini membuat saya takut, resah, dan gelisah. Secara, saya yang manis  banget ini pasti gula darahnya tinggi. Syukurlah hal ini tidak terbukti, bukan tentang manisnya saya, karena itu sudah pasti, he. Tapi ini tentang kadar gula yang terdapat dalam tubuh saya, Alhamdulillah ternyata masih dalam batas normal. Lalu mengapa saya harus tes gula darah?


Jadi begini ceritanya (hening sejenak).
Jauh hari sebelum Ramadhan tiba, saya mendapatkan kabar dari seseorang, sebut saja namanya Bunsal (bukan bunga), bahwa Kementerian Kesehatan akan mengadakan kegiatan sosialisasi GERMAS, dan Kementerian Kesehatan RI mengundang komunitas blogger. Tujuannya apa? Ya udah jelaslah untuk bantu sosialisasi GERMAS ini melalui tulisan Blogger-blogger kece yang ada di Pulau Lombok. Walhasil, terbitlah rangkaian aksara penuh makna dan bercahaya layaknya surya sinari semesta, he, lebay saya.
Sayangnya, kegiatan yang sedianya akan dilaksanakan sebelum Bulan Ramadhan itu terpending, karena harus menyesuaikan dengan jadwal Sekretaris Jenderal  (Sekjen) Kementerian Kesehatan yang rencananya akan menghadiri , dan akhirnya kegiatan ini dapat  terselenggara juga pada Bulan Juli, Alhamdulillah ya.

Kembali ke pokok permasalahan. 
Saya yakin masyarakat pun masih asing dengan istilah GERMAS. Jadi, apakah GERMAS itu? Mungkinkah GERMAS  adalah Gerakan Mas-mas, yaitu  sebuah gerakan yang bertujuan untuk memaksimalkan mas-mas dalam rangka mendapatkan mbak-mbak?  Maaf saya bercanda Pak Sekjen (berasa kenal), he. Oke, sekarang serius. Awalnya saya salah kaprah mengenai akronim GERMAS ini, saya kira GERMAS  adalah Gerakan Makan Sayur  layaknya Gerakan Gemar Makan Ikan atau Gerakan Tanam Cabai yang dilaksanakan oleh beberapa Kementerian lain. Ternyata saya masih salah, jadi tolong maafkan saya.
Setelah terlibat langsung dalam kegiatan ini saya akhirnya faham, bahwa akronim sebenarnya dan sesungguhnya dari GERMAS adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yaitu sebuah tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa, dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kwalitas hidup.

Jum’at,  14 Juli 2017, bertempat di kota Mataram, kegiatan ini akhirnya terlaksana dengan Tema “Temu Blogger Kesehatan 2017”. Sebelum acara dimulai, setelah melakukan registrasi, kami dipersilahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan umum, yang antara lain: tinggi dan berat badan, tekanan darah, gula darah (hal yang membuat saya deg-degan seperti tersebut di atas), juga konsultasi riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.
Menurut MC ketika membuka acara, masyarakat Indonesia haruslah CERDIK,  sebuah manajemen yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam rangka mengimplementasikan hidup sehat, CERDIK itu sendiri merupakan akronim dari :
1.    Cek kondisi kesehatan secara berkala.
Ini bisa dilakukan minimal 1 (satu) tahun sekali, alangkah lebih baiknya bila dapat dilakukan per 6 (enam) bulan.
2.    Enyahkan asap rokok, minuman beralkohol dan narkoba
Menurut paparan pemateri (dokter siapa mungkin namanya , entahlah saya lupa), di dalam rokok terkandung 40 macam racun yang membahayakan tubuh. Bayangkan sob, huuufffhhhh, ngeri gak tuh. Ayo, berhenti merokok! Kalau minuman beralkohol dan narkoba saya yakin semua sudah faham dengan bahayanya 😃
3.    Rajin melakukan aktivitas fisik.
Masih menurut paparan dokter entahlah saya lupa namanya, untuk menjaga kebugaran, idealnya dalam sehari kita harus melakukan aktifitas fisik (berolahraga) selama minimal 30 menit.
4.    Diet Sehat dengan kalori seimbang.
Bukan diet asal diet ya,tapi lebih kepada menjaga pola makan, jangan bawa’annya nguyah terus, he.
5.    Istirahat yang cukup.
Selain jumlah jam istirahat yang terpenuhi, istirahat yang cukup bukan berarti yang penting tidur loh ya, tapi gunakan waktu sesuai qodratnya, karena sesungguhnya siang diperuntukkan untuk bekerja dan malam untuk istirahat, jadi jangan dibalik. Kecuali kalau dalam keadaan kepepet kejer deadline macam tulisan ini dibuat, he.
6.    Kelola Stress.
Hidup emang rumit, jadi jangan dibawa ribet, take it easy kata orang Ciamis, he. Usaha maksimal untuk setiap langkah,dan Tawakkal terhadap hasil yang di berikan Allah SWT (sok bijak saya). Atau ada cara gampang dan kekinian untuk kelola stress ini, BANYAKIN PIKNIK, masih gak mempan juga, berarti ada yang salah dengan diri kita, hehe.

Jadi kira-kira fahamkan bagaimana memenej biar kita dapat hidup sehat, gampangkan?

Selepas siang, acara kembali di lanjutkan dengan menghadirkan 3 (tiga) pejabat Kementerian Kesehatan yaitu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat yang menyampaikan laporan kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang mengutarakan tentang paparan implementasi GERMAS di Provinsi NTB, dan terakhir adalah arahan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI tentang merubah mindset agar kita dapat tetap hidup sehat.

Karena ini tentang blogger kesehatan, sessi terakhir di isi dengan materi menulis kreatif, pemateri professional yang entah siapa pula namanya (mohon maafkan saya lupa lagi, he). Di moderator oleh mbak Wardah (Blogger Jakarta),  yang bersangkutan memberikan trik-trik bagaimana agar kita dapat mengatur penggunaan kata dan kalimat agar tulisan dapat diminati, tidak membosankan, intinya menjadi keren bin topmarkotop.

Setiap pertemuan ada perpisahan, itu pasti. Finally acara harus selesai dan kami harus berpisah, dengan tekad bulat untuk membantu Kementerian Kesehatan melakukan sosialisasi GERMAS kapanpun dan dimanapun. Semoga terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat,  gemah ripah loh jinawi, Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghofur dapat segera terwujud. Aamiin Yaa Rabb.


”JAGA SEHATMU SEBELUM DATANG SAKITMU”

Tuesday, June 27, 2017

Hilangkan Khawatir Dengan Berdzikir


Suatu hari di Bulan Ramadhan, tepatnya Senin 20 Juni 2017, ada pesan masuk di sebuah grup sosial media yang saya ikuti, isi pesan tersebut menyatakan bahwa pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2017 akan ada acara Ramadhan Berdzikir yang bertempat di Pulau Lombok-NTB, tepatnya di Islamic Center Mataram, sebuah acara hasil  kerja sama antara Media Nasional Republika dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dimana acara ini termasuk dalam rangkaian kegiatan selama Bulan Ramadhan dengan tema Pesona Khazanah Ramadhan (Ramadhandi Lombok 2017).
Hal yang menarik adalah, acara ini akan dipandu langsung oleh KH. Muhammad Arifin Ilham yang terkenal dengan majelis dzikirnya. Wow, ini kesempatan langka fikir saya, entah  kapan lagi  bisa mengikuti kegiatan serupa, mungkin saja memang kesempatan itu datang, tapi belum tentu moment tersebut akan hadir di Bulan Ramadhan, bulan dimana semua amal ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh ALLAH SWT.
Namun di sisi lain, saya sudah terlanjur membuat janji untuk menghadiri acara buka bersama di sebuah komunitas pada hari yang sama. Hati pun bimbang, yang mana harus saya hadiri, keduanya  sama pentingnya. Setelah berfikir mendalam, saya putuskan untuk menghadiri buka bersama saja, sedangkan untuk kegiatan Ramadhan Berdzikir ini saya akan hadir untuk sekedar mengambil foto kegiatan dimana foto tersebut akan saya ikut sertakan pada lomba  di rangkaian kegiatan yang sama.
Ternyata takdir berkata lain, entah kenapa sore itu, setelah asik mengambil foto dari berbagai sudut yang berbeda, niatan semula tersebut ternyata berubah. Saya pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti acara ini bersama masyarakat yang hadir, dan sejenak melupakan janji saya untuk menghadiri acara buka bersama di tempat lain setelah sebelumnya mengirim pesan bahwa saya akan telat datang. Tidak lama berselang setelah saya mengambil posisi duduk, Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. M Zainul Majdi MA atau yang biasa akrab dipanggil TGB memasuki panggung utama, kemudian disusul oleh KH. Arifin Ilham, sementara di atas panggung tersebut telah menanti unsur pimpinan yang ada di provinsi ini.
Dalam sambutannya, TGB menyampaikan bahwa kegiatan berzikir bersama memiliki sejumlah makna, di antaranya adalah untuk merekatkan ukhuwah antar umat Islam, dan dzikir bersama pada akhir ramadhan ini hendaknya dapat menjadi penyemangat dan pendorong untuk terus menambah kebaikan. Gubernur juga menegaskan, bahwa dalam membangun provinsi NTB tidak cukup dengan hanya membangun sarana fisik saja, tetapi juga bagaimana menjadikan masyarakat NTB kuat dan makmur baik lahir dan batin. Masih menurut beliau, berdzikir ini  adalah satu jalan untuk memberikan nutrisi kepada batin kita, membuat hati menjadi tenang. Selain itu dalam sambutannya TGB juga mengapresiasi kehadiran pimpinan Majelis Ad Dzikra, KH. Arifin Ilham, yang berkenan hadir untuk menghadiri dan memandu acara dzikir ini.

Acara utama pun tiba, dzikirpun dimulai, langit sore yang mendung  menjadi saksi kedashyatan dzikir bersama tersebut, masyarakat yang hadir larut dalam suasana sakral. Segala puji diucapkan, tasbih, tahmid, tahlil dan takbir menggema, do’a-do’a dipanjatkan, memohon ampunan, rahmat dan ridho dari Tuhan, ALLAH SWT pemilik semesta alam. Tangis bersahutan ketika diingatkan tentang dosa-dosa yang telah dilakukan.
Laksana batu yang terpukul tongkat Nabi Musa AS dan memancarkan air, mungkin itulah yang terjadi saat itu terhadap hati insan yang hadir, hati yang membatu itu pecah dan keluarlah air yang berwujud airmata. Semoga segala do’a yang terpanjat dikabulkan oleh ALLAH SWT, dan semua air mata yang tertumpah tidak sia-sia, dapat membawa kita menjadi insan yang bertakwa, dan semoga dengan berdzikir, akan hilang semua perasaan khawatir. Aamiin Yaa Rabbal’aalamin.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat ALLAH. Ingatlah, hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tentram (QS. 13 : 28)”.
”Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog #RamadhanDiLombok 2017 yang diselenggarakan Republika dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat”.





Tuesday, June 20, 2017

Ramadhan Mulia Bersama Republika


Mataram, di kota inilah saya berdomisili semenjak tahun 1998. Pada awalnya saya tidak merencanakan menetap, hanya untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi yang ada, namun ternyata nasib berkata lain, hati saya terpaut dengan pulau di mana  kota ini berada.
Ya, Pulau Lombok, pulau dengan bentangan pantai berpasir putih di setiap sisi,  puluhan gili (pulau kecil), ratusan  air terjun bersumber dari Danau Segara Anak yang terletak di Gunung Rinjani, telah membuat diri ini jatuh hati, terpikat, melekat, dan enggan untuk berpindah tempat. 
Lombok sendiri merupakan 1 (satu) di antara dua pulau besar yang ada di Provinsi Nusantara Tenggara Barat, tentu saja di sebelah timur ada Pulau Sumbawa yang tidak kalah cantiknya, namun untuk saat ini saya hanya akan membahas mengenai Pulau Lombok. Bukan tentang pesona pantai, air terjun maupun Gunung Rinjani, tetapi tentang apa yang terjadi pada bulan Ramadhan di Lombok 2017
Selain dikenal dengan pesona keindahan alamnya, Pulau Lombok juga dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, bukan berarti masjid yang ada hanya 1000 (seribu), tapi ini merupakan perumpamaan bahwa betapa banyaknya masjid di pulau ini, di setiap lingkungan (RW) pastilah memiliki masjid. Malah terkadang dalam 1 (satu) lingkungan terdapat lebih dari satu masjid, sehingga untuk pelaksanaaan Sholat Jum'at dipergilirkan setiap masjid. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kereligiusan masyarakat di pulau ini tergolong tinggi.
Seperti tahun-tahun sebelumnya yang saya alami, Bulan Ramadhan di Lombok terasa sangat syahdu dan semarak, ini dibuktikan dengan tetap terdengarnya lantunan ayat suci Al-Qur'an, serta antusiasme masyarakat untuk mendatangi masjid.
Predikat sebagai destinasi wisata halal dunia membuat Pemerintah Provinsi NTB  semakin bersemangat untuk menyelenggarakan kegiatan wisata yang bersifat religi. Hal itulah yang membuat terjalinnya kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Media Republika, dan akhirnya  membuat rangkaian kegiatan bertajuk Pesona Khazanah Ramadhan, yang berlangsung selama Bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut bertempat di Islamic Center NTB, dengan Masjid Hubbul Wathan sebagai pusat kegiatannya.  Alhamdulillah wa Syukurillah, walaupun tidak dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan, saya beruntung dapat mengikuti beberapa di antaranya. Apa saja kegiatan tersebut? Berikut uraiannya :

Kegiatan Ibadah

Sebagai rangkaian pembuka kegiatan adalah Tabligh Akbar tepat sehari sebelum puasa yang menghadirkan Ust. Yusuf Mansyur. Selain kegiatan ini, aktivitas yang sering saya ikuti adalah Sholat Tarawih berjama’ah , yang di Imami oleh 4 (empat)  Imam besar  dari negara  timur tengah secara bergiliran tiap pekannya. Seperti saya sebutkan di atas, antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan sholat tarawih ini sangatlah besar, hal ini dibuktikan dengan membludaknya jamaah shalat tarawih setiap harinya, ayat –ayat panjang dan suara merdu para Imam menambah syahdu pelaksanaan sholat. Selain itu kegiatan ibadah ini juga terdiri dari Tahajud, Qiyamul Lail Akbar, Temu Imam Besar, Tadarus bersama Gubernur, dan I’tikaf.

Pameran dan Bazar

Untuk kegiatan satu ini, terutama bazar buku, saya tak mau kehilangan kesempatan karena banyak buku yang ditawarkan dengan harga miring, beberapa buku saya bawa pulang dengan hati riang. 
Pameran seni budaya islam membuat saya terkagum-kagum.  Selain menampilkan tayangan film mengenai Rasulullah SAW dan para sahabat, pameran ini juga menampilkan replika barang peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat seperti, Pedang, Tongkat, Busur Panah dan Sandal milik Rasulullah SAW, juga terdapat pedang dari para sahabat. Dengan membayar infak sebesar Rp.5000,- pengunjung juga dapat berfoto dengan replika pedang milik sahabat yang telah disediakan.

Pameran Foto NTB yang ditempel di sepanjang lorong Masjid Hubbul Wathan pun semakin menambah semarak suasana yang ada, di sini kita dapat melihat objek-objek wisata yang ada di NTB melalui foto-foto yang terpajang tersebut. Bila anda berkunjung malam hari dan masih merasa lapar, tepat di sebelah barat area Masjid terdapat stand makanan halal.


Talkshow

Kegiatan ini termasuk yang saya tunggu-tunggu, terutama kegiatan bedah buku yang menampilkan penulis best seller Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) yang terkenal berkat booming novel Ayat-ayat Cintanya, sungguh beliau ini termasuk salah satu penulis idola saya, oleh karenanya dalam kesempatan ini saya menyempatkan diri untuk berfoto dengannya dan tak lupa juga meminta tanda tangannya di setiap buku yang saya punya.

Kegiatan kedua yang saya ikuti tepat seminggu setelahnya adalah Meet and Greet bersama Tere Liye. Pada dasarnya saya tidak begitu mengagumi tokoh ini, karena menurut saya pribadi segmen  pembaca dari  novel yang beliau buat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang bernama wanita. Benar saja, ketika saya datang, isi ruangan penuh dengan para wanita (sekitar 85% dari isi ruangan). Acara Meet n Greet bersama  Tere Liye sangatlah heboh, itu terlihat dari antrian mereka yang ingin berfoto dan meminta tanda tangannya.

Hiburan Islami

Ada hal menarik terkait dengan hiburan islami ini, yaitu tersedianya salah satu hiburan olahraga islami yang termasuk dalam Sunnah Rasul, yaitu memanah. Ya, di sisi sebelah selatan pekarangan Masjid Hubbul Wathan, disediakan arena memanah. Hanya dengan Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah) untuk 12 (duabelas) anak panah, kita dapat mencoba olahraga ini dengan dibimbing oleh instruktur berpengalaman. Melihat antusiasme masyarakat, saya pun penasaran ingin mencobanya, tapi sayang beribu sayang, dari 1 (satu) lusin anak panah yang disediakan, saya hanya mampu mengenai target tidak sampai setengahnya, he.
Peringatan Nuzulun Qur’an pun dikemas secara menarik, selain menghadirkan hiburan kesenian tradisional musik khas Negeri Arab, acara yang sedianya menghadirkan KH. Abdullah Gymnastiar (A’a Gym) ini juga menghadirkan Guru Besar Universitas AL-Azhar (Mesir). Acara ini ditutup dengan hiburan dari grup musik religi lawas yaitu Bimbo.

Ada satu kegiatan lagi yang akan hadir, yaitu Malam  1000 Cahaya pada hari Sabtu, 24 Juni 2017. Menarikkah acara ini nantinya? Tentu saja menarik, karena acara ini Insyaa Allah akan dihadiri oleh Pendiri Majelis Dzikir yaitu KH. Ust. Arifin Ilham.  

Kegiatan Sosial

Ketika pelaksanaan acara Meet and Greet bersama Tere Liye, saya sempat berhenti sejenak untuk melihat dari luar acara kegiatan sosial yang dilakukan, yaitu kegiatan berbagi bersama anak yatim, terenyuhkah saya? Jelas sudah pasti, dalam hati semakin terpatri, bahwa hidup ini sejatinya haruslah berbagi.

Aneka Lomba

Seperti layaknya setiap kegiatan, untuk menambah meriahnya acara, maka idealnya ada aneka lomba yang mengiringi. Hal ini pun tidak luput dari perhatian penyelenggara, mereka melaksanakan beberapa jenis lomba,  beberapa di antaranya telah selesai yaitu mewarnai kaligrafi,  pantun islami, dan pemilihan da’i remaja NTB.

Sungguh mengesankan bukan, saya hanya berharap semoga kesyahduan yang mempesona dari khazanah Ramadhan di Lombok 2017 ini membekas di hati kita dan mampu membawa kita ke arah yang lebih baik, dan tentu saja juga harapan bahwa acara ini akan terselenggara di  Ramadhan-Ramadhan selanjutnya, dan semoga kita dapat berjumpa kembali dengan Bulan yang mulia ini. Aamiin Yaa Rabb.

 “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apapun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang yang mendapat petunjuk”. QS: 09  (18)

#PesonaKhazanahRamadhan
#PesonaRamadhan
#PesonaIndonesia
#KhazanahRamadhanLombok


“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #RamadhanDiLombok2017 yang diselenggarakan Republika dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat”.

Thursday, June 15, 2017

IKON KEBANGGAAN ITU BERNAMA HUBBUL WATHAN

   


     
Pulau Lombok, siapa yang tidak mengenal destinasi wisata satu ini. Pantai dengan pasir putih dan laut biru yang siap memanjakan pandangan, pulau-pulau kecil perawan, air terjun menawan, hingga gunung Rinjani dengan danau vulkaniknya yang mempesonakan. Siapapun yang pernah berkunjung ke Lombok, pastilah mengakui bahwa pulau ini gak ada matinya (meminjam istilah kekinian), hingga sampai ada ujar-ujar yang berkembang "jangan ke Lombok nanti gak mau pulang".
Selain terkenal karena keindahannya, pulau Lombok juga dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, mengapa demikian? Tentu saja karena saking banyaknya masjid yang ada di pulau ini. Bayangkan saja, setiap lingkungan (RW) minimal terdapat satu masjid, belum terhitung musholla. Malah di beberapa tempat terdapat masjid yang lokasinya berseberangan, hanya dipisahkan  oleh jalan. Mungkin atas dasar julukan inilah, Dr. Zainul Majdi, MA selaku Gubernur Provinsi NTB saat itu mencoba merealisasikan dibangunnya Islamic Center yang berlokasi di Kota Mataram sebagai ikon dari julukan tersebut.
Hubbul Wathan tampak dari sebelah utara
Tahun 2009 wacana pembangunan Islamic Center mulai terdengar, seperti biasa, sesuatu hal yang baru pastilah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, nada sumbang banyak terdengar terkait dengan wacana ini, seperti: pembangunan ini hanya menghabiskan anggaran, untuk apa membangun yang baru sedangkan di lokasi yang berdekatan sudah ada masjid raya At-Takwa, mengapa membangun tapi dengan cara merubuhkan bangunan-bangunan yang ada, dan berbagai nada miring lainnya. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Pemerintah Provinsi NTB untuk tetap melanjutkan pembangunan ini, dengan alasan bahwa daerah lain yang tidak memiliki jumlah masjid seperti di Lombok sudah punya Islamic Center. Jadi menurut Dr. H. M. Zainul Majdi, MA selaku Gubernur, provinsi NTB yang mayoritas muslim dan terutama pulau Lombok dengan julukan Pulau Seribu Masjid  haruslah memiliki Islamic Center sehingga tidak kalah dengan daerah lain. Selain itu masih menurut yang bersangkutan, tujuan lain dari pembangunan ini adalah meningkatkan dakwah dan syiar islam dan juga menjadi tujuan destinasi wisata religi yang mendunia (sumber : vivanews.co.id).
Pada tahun yang sama pemenang Grand Design Islamic Center pun diumumkan, dengan Ir. Zulkifli Yusuf sebagai pemenang. Bangunan yang akan berdiri di lahan seluas 7,6 hektar ini diperkirakan akan memakan biaya sebesar Rp.356 miliar dan akan dengan 5 (lima) tahapan pembangunan. Menurut wawancara penulis dengan pemenang design via daring, karakteristik NTB dimunculkan melalui pintu masuk utama masjid berupa atap berugak dan kubah menara yang berbentuk atap berugak mengarah ke empat penjuru mata angin. Ornamen yang ada pun sangatlah memikat hati, bila kita masuk lewat gerbang utama (pintu sebelah timur),kemegahan langsung terasa dengan bentuk gerbang yang besar dan kokoh.
Hubbul Wathan tampak dari sebelah selatan
Tahun 2014, tepatnya hari Jum'at tanggal 19-03-2010, peletakan batu pertama dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini dihadiri oleh ribuan umat islam yang terdiri dari para pejabat, tuan guru, dan lain-lain. Selain peletakan batu pertama, acara ini juga dilanjutkan dzikir yang dipimpin Ustadz KH. Arifin Ilham. Harapan mulai tumbuh di hati masyarakat bahwa mereka akan segera memiliki bangunan yang sebelumnya sempat menuai kontroversi tersebut. 
Tahun 2015, Lombok (NTB) ditetapkan sebagai pemenang destinasi wisata halal dunia dari 3 (tiga) kategori yang dimenangkan oleh Indonesia. Hal ini tentu saja  membuat masyarakat NTB bangga, dan semakin yakin bahwa harapan untuk menciptakan NTB sebagai daerah wisata religi akan semakin mendekati tujuan. 
Hubbul Wathan tampak dari sebelah timur
Seiring dengan berjalannya waktu, pada awal tahun 2016, bangunan utama Islamic Center berupa masjid akhirnya  rampung sudah. Pada tahun yang sama pula NTB menjadi pihak penyelenggara pelaksanaan MTQ  Nasional ke-26  dimana kegiatan tersebut berpusat di sini. Acara yang dibuka langsung Presiden RI Ir. Joko Widodo ini  membuat rasa bangga semakin terpatri di dada masyarakat NTB. Rasa bangga pun semakin menjadi ketika pada tanggal 07 Desember 2016 waktu Abu Dhabi, Lombok kembali menyabet predikat destinasi halal, tidak tanggung-tanggung 3 (tiga) kategori diperoleh oleh Lombok (NTB). Ini jelas semakin mengukuhkan Lombok (NTB) sebagai destinasi wisata halal (religi) dunia. Tanggal 17 Desember 2016, bertepatan dengan hari lahir Provinsi NTB dilakukan serah terima bangunan masjid Islamic Center dari pihak pengembang ke pemerintah, dan pada tanggal yang sama pula dideklarasikan pemberian nama untuk masjide ini, yaitu masjid Hubbul Wathan yang berarti cinta negara. Banggakah masyarakat? Tentu saja, apalagi dengan berbagai penghargaan yang tersebut di atas, semakin jelaslah posisi Islamic Center (Masjid Hubbul Wathan) sebagai Ikon Kebanggaan Wisata Halal NTB.
Hari ini ketika tulisan ini tayang, tepatnya 14 Juni 2017 atau 19 Ramadhan 1438H, Dinas Pariwisata Provinsi NTB bekerjasama dengan media nasional Republika, menyelenggarakan ragam kegiatan di masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Tidak tanggung-tanggung, acara yang bertajuk Pesona Khasanah Ramadhan menghadirkan 4 (empat) orang hafidz Al-Qur'an (Qori' internasional) sebagai imam sholat tarawih. Selain itu di tempat yang sama juga berlangsung berbagai macam kegiatan seperti talkshow, ragam lomba, bazar buku dan pasar rakyat, fashion show dan juga kegiatan lainnya yang tentu saja membuat masyarakat semakin bangga dengan kehadiran dari masjid Hubbul Wathan ini. Besar harapan semoga ke depannya semua ini akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat NTB pada umumnya dan menambah khazanah Pesona Seribu Masjid di pulau ini. SEMOGA.

Bazar buku dan acara meet and greet bersama kang Abik di masjid Hubbul Wathan
MTQ di Hubbul Wathan (Islamic Center)
stand memanah dalam pesona khazanah ramadhan di Hubbul Wathan
Peringatan Nuzulul Qur'an di masjid Hubbul Wathan

Suasana sholat Jum'at di Hubbul Wathan



"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk". QS: 09  (18).


Friday, May 19, 2017

Bank Syariah dan Upaya Menuju Berkah Bersama OJK


OJK namanya, pertama saya mendengar kata ini sekitar tahun 2012. Awalnya saya mengira ini adalah sebuah aplikasi sejenis Gojek, bodoh sekali kan saya, he. Seiring berjalannya waktu kata ini semakin sering terdengar, akibat penasaran saya pun mencoba mencari tahu, apakah OJK?
OJK adalah singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan sebuah lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, dan mempunyai fungsi, tugas serta wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan dalam sektor jasa keuangan baik itu perbankan, pasar modal maupun sektor jasa non-bank seperti asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan.
Semua itu bertujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, akuntabel dan mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, serta mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat (UU No.21 Tahun 2011).
Hari ini, Jum'at 19 Mei s/d Minggu 21 Mei 2017, bertempat di salah satu pusat perbelanjaan di Mataram, OJK menggandeng seluruh unsur Bank Syari'ah yang ada di NTB untuk lebih memperkenalkan produk mereka d masyarakat.
Acara dimulai dengan sambutan dari Sekda Provinsi NTB sekaligus membuka acara dengan pemukulan Gendang Beleq (salah satu kesenian khas Lombok). Kemudian acara selanjutnya adalah talkshow mengenai perbankan syari'ah.
Ada satu hal yang saya garis bawahi dalam talkshow ini, yaitu mencoba menyamankan diri dengan menggunakan produk-produk Syari'ah, menurut saya pribadi ini akan sungguh ini akan menjadi suatu langkah untuk menggapai hidayah dengan menggunakan produk-produk yang insyaa Allah berkah.
Selain talkshow, acara yang bertajuk iB Vaganza ini juga di isi perlombaan marawis yang diikuti oleh beberapa lembaga  baik itu dari kota Mataram maupun dari kabupaten lain di pulau Lombok.

Stand yang hadir meramaikan membuat suasana semakin meriah, beragam produk dari seluruh Bank Syari'ah yang berpatisipasi mulai dari tabungan hingga kredit perumahan ditawarkan oleh mereka, tentu saja dengan doorprize dan hadiah-hadiah keren. Game-game seru pun ikut meramaikan stand-stand ini guna menarik  minat para pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.

Harapan ke depan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah semakin dikenal dan masyarakat yang menabung dan mempercayakan transaksi keuangannya di Bank Syari'ah.
Semoga!




Saturday, April 22, 2017

Jaga Mata Air Untuk Hindari Air Mata

"Jagaq Enggeran Aiq Umaq Bai Baloq Te Lemak Mudi" itulah tema kegiatan yang saya ikuti kali ini, tema dalam bahasa Sasak yang terjemahan bebasnya berarti jagalah keberlangsungan mata air demi masa depan anak cucu. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 25-26 Maret 2017 dan berlokasi di desa Aiq Beriq Kab. Lombok Tengah ini dilakukan dalam rangka memperingati hari air sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret, dengan rangkaian kegiatan berupa : Aksi Seni dan Budaya, Wisata Air Terjun, Penanaman Pohon dan Bersih Lingkungan. Dimana pelaksana kegiatan ini adalah paguyuban pemuda setempat (Tastura Guide) bersama dengan komunitas Waterfalls Lombok Lovers.
Selain untuk memperingati hari air, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan destinasi wisata desa Aiq Beriq. Seperti yang kita tahu (terutama untuk mereka yang berdomisili di Lombok), desa ini sudah lumayan terkenal dengan potensi wisata yang ada, yaitu air terjun  Benang Stokel dan air terjun Benang Kelambu. Ternyata oh ternyata, di desa ini masih terdapat beberapa air terjun lainnya. Bila ditotal berarti ada 3 (tiga) air terjun lain yang walaupun tidak setinggi dua air terjun di atas, namun memiliki keunikan tersendiri.

Persiapan Acara
Untuk memastikan rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, maka pada hari Minggu 13 Maret 2017, kami mensurvey lokasi kegiatan terutama 3 (tiga) air terjun yang belum famous ini. Judulnya sih memang mensurvey, tapi tetep intinya ya jalan-jalan, he.
Baiklah kita lanjut, akses menuju lokasi (gerbang destinasi wisata) air terjun tidaklah sulit, dari arah kota Mataram terdapat banyak papan penunjuk jalan menuju desa Aiq Beriq. Dengan menempuh perjalanan kurang dari 1 (satu) jam, maka tibalah kita di lokasi. Setelah beramah-tamah sebentar perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki, hanya dalam waktu 10 menit menyusuri jalan yang telah tertata dengan baik, maka tibalah kita di lokasi pertama yaitu air terjun Benang Stokel.
Benang Stokel Waterfall

Pengkelep Udang
Setelah puas berfoto dan melakukan pemetaan kemudian perjalanan kami lanjutkan ke air terjun kedua yaitu air terjun pengkelep udang. Lokasi air terjun ini tidak jauh dari air terjun benang stokel, malah sebenarnya lokasi air terjun ini berada sebelum lokasi benang stokel. Hal yang menarik dari lokasi ini adalah air terjun biasa dipakai untuk kegiatan jumping, menguji nyali wisatawan yang berkunjung dengan melakukan lompatan dari atas air terjun dengan ketinggian lebih dari 5 meter. Penasaran ingin mencoba, silahkan datang, dengan biaya tertentu anda dapat menikmati wahana ini. Setelah melakukan assesment kebutuhan, disepakati bahwa untuk menjaga keamanan pengelola akan  menyiapkan SOP dan perlengkapan pengaman.

Perjalanan kami lanjutkan kembali menuju air terjun selanjutnya, Kliwun namanya. Karena lokasi ini memang khusus diperuntukkan bagi wisatawan yang membayar jasa guide, maka lokasi dibuat se-natural mungkin. Kami memasuki hutan wisata, melakukan soft tracking dengan vegetasi yang masih rapat. Perjalanan memakan waktu kurang dari 20 menit, kami pun di suguhi pemandangan yang warbiasahhh,
bertemu air terjun dengan ketinggian 5 meter dan kami  berada di bagian atasnya, melihat ke arah bawah, dan menyaksikan salah satu keagungan Allah SWT dalam bentuk ciptaannya yaitu Pelangi, ya ada pelangi di sana, iya di sana, bukan di bola matamu, wkwk.

Untuk mencapai dasar air terjun, kami harus menuruni bebatuan yang lumayan licin, namun hal itu tidak menurunkan semangat kami. Vegetasi yang rapat, jernihnya air dan suasana yang tenang membuat kami betah berlama-lama di lokasi ini.
kliwun waterfall

Setelah puas melakukan sesi pemotretan dengan model dadakan dan candid-candidan. kami kembali melanjutkan perjalanan menuju air terjun ke-4, air terjun, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri aliran dari air terjun Kliwun, tidak sampai 10 menit, kamipun tiba di air terjun selanjutnya, dengan ketinggian sekitar 8 (delapan) meter, air terjun Sesera namanya. tempat yang lapang di sekitar air terjun membuat kami memutuskan untuk beristirahat sejenak, tentu saja tidak lupa sesi poto-potoan seperti biasa, namanya juga kekinian :p . Matapun dimanjakan dengan banyaknya capung beraneka warna dan bentuk yang berkelindan di hadapan kami.

sesere waterfall
Puas berbincang dan mengabadikan keindahan keindahan dari berbagai sudut, kami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini kami menuju air terjun yang sudah banyak dikenal (mainstream). Air terjun Benang Kelambu, itulah nama air terjun ini. Sepertinya tidak perlu dijelaskan mengenai betapa air terjun ini memiliki karakter yang khas dikarenakan bentuknya  menyerupai kelambu. Hal yang menarik adalah, tidak seperti pengunjung biasa yang mencapai tempat ini melalui jalur umum, kami berjumpa dengan air terjun ini melalui jalur susur sungai.

Benang Kelambu waterfall

Apakah perjalanan survey ini selesai? Ternyata belum, kami masih diberikan bonus 1 (satu) air terjun lagi, kali ini dengan waktu setengah jam menyusuri aliran air tanpa henti dan terkadang melewati bebatuan besar dengan diameter sekitar 3-4 meter, kami menuju satu air terjun tersembunyi dengan lokasi yang sangat asri, steril dari polusi, hijau di kanan kiri dan gemericik air yan tenangkan hati. Air terjun Batu Mas itulah namanya. Untuk lokasi ini hanya orang-orang tertentu yg diizinkan untuk mendatanginya, how lucky we are.!
Batu Mas memiliki ketinggian sekitar 6 (enam) meter, dengan tebing batu berwarna keemasan, mungkin itulah kenapa disebut Batu Mas, andaikan warnanya keperakan tentu saja akan disebut batu perak, he.

Batu Mas Waterfall

Cuaca mendung datang, kami pun bergegas pulang, kembali ke titik awal yaitu pintu gerbang (ticketing). Namun diperjalanan, tetiba pasukan hujan datang menyerang disertai petir yang menggelegar dan membuat langit terkadang benderang. Untung saja itu kami sudah berada di lokasi warung-warung sekitar air terjun Benang Kelambu, kami memutuskan berteduh menunggu hujan reda. Selepas hujan berhenti membasahi bumi, kami berjalan kembali menyusuri hutan desa, selang 15 menit kami tiba di persimpangan air terjun Benang Stokel, menengok kiri ke arah air terjun tuk sekedar menyapa, Masya Allah, ada sesuatu yang berbeda, Benang Stokel yang ketika perjalanan awal hanya berupa 2 (dua) curahan air, kini menjadi 3 (tiga) akibat hujan yang baru reda. Kami pun memutuskan untuk mengabadikan momen langka ini tanpa mengindahkan rintik yang datang kembali. Beruntungnya kami!
Benang Stokel setelah hujan

Pelaksanaan 
Rapat demi rapat kami jalani untuk memastikan acara ini dapat berjalan dengan baik. Persiapan mengenai perlengkapan, perizinan, pendanaan hingga hal-hal tekhnis semua dibahas secara maksimal bin detail. Run down acara pun akhirnya berhasil diputuskan dengan beberapa agenda kegiatan dalam waktu 2 (dua) hari pelaksanaan. Bermodal nekad kamipun memutuskan untuk sounding acara ini tepat di Hari Bumi, hanya berjarak 3 (tiga) hari dari pelaksanaan, sungguh nekad apa yang kami lakukan, tapi dengan mengucap Bismillah, kami yakin niat yang baik, tekad, semangat dan harapan yang kuat ikhtiar ini akan mencapai tujuan yang diharapkan.
Sabtu, 25 Maret 2016. Hari H pun tiba, awalnya pribadi agak kecewa karena minimnya peserta. tapi hal itu terobati ketika malam mulai menutupi. Rangkaian kegiatan yang ada  mulai dari pentas musik akustik, pertunjukan musik tradisional klentang, tari kontemporer dan musikalisasi puisi mampu menghibur hati ini.
musik akustik oleh om Wing Sentot dkk (credit by: Nyimas Anita)


Musik tradisional Klentang desa Aik Berik (credit by: Ari Garmono)

Tari kontemporer oleh mbak Indah dan mbak Vika 

Musikalisasi puisi oleh om Winsa (credit by: Ari Garmono)
Minggu 26 Maret 2017, hari masih pagi, namun kami sudah bersiap mengantisipasi peserta yang datang hari ini, akhirnya yang dinanti tiba, rombongan krucil dari pesantren Sirojul Huda Lombok Tengah datang dipandu oleh ustadz Jhellie. Walaupun target peserta tidak terpenuhi, kami bersyukur karena agenda utama dapat terlaksana, menanam berbagai jenis bibit pohon guna keterjagaan mata air, apalagi mayoritas mereka yang menanam adalah generasi muda, generasi harapan bangsa. Target kegiatan lainnya pun tidak terpenuhi, yaitu memperkenalkan alternative paket wisata yang ada. Namun puas terasa di hati, karena telah berhasil menumbuhkan rasa peduli ke generasi pengganti.   Semoga kepedulian ini abadi, mata air tetap terjaga sehingga tak perlu muncul air mata, Aamiin.
credit by: Ari Garmono

credit by: Ari Garmono
By The Way, tulisan ini diposting bertepatan dengan Hari Bumi 22 April, apakah yang sudah kita lakukan tuk memperingati?

"Katakanlah (Muhammad), terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering, maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir"  (QS. 67:30).