Sunday, September 24, 2017

Rehat Sejenak di Lombok Elephant Park, Hari Libur Sang Gubernur


Anak perempuan itu terlihat malu-malu dikerumuni oleh banyak orang, tangan mungilnya tak pernah lepas menggenggam tangan orang tuanya. Terkadang rasa takut pun terpancar dari sorot matanya, sesekali rasa penasaran muncul, itu tampak dari bahasa tubuh, tangannya berusaha untuk menyentuh setiap mahluk Tuhan yang tampak asing di matanya. Khadija Hibbaty Majdi, itulah nama anak perempuan tersebut, buah hati hasil pernikahan Dr. H. Zainul Majdi, MA atau biasa yang akrab disapa TGB dan Hj. Erica Zainul Majdi.
Sabtu, 23 September 2017 bertempat di Lombok Elephant Park Kabupaten Lombok Utara, kami  berkesempatan mengikuti aktvitas liburan orang nomor satu di Provinsi NTB ini, berawal dari informasi yang kami peroleh dari sebuah perusahaan moda transportasi terkemuka (Blue Bird Lombok/Lombok Taksi) bahwa sang gubernur ingin mengunjungi kebun binatang yang belum setahun dibuka. Bagaimana caranya Blue Bird mendapatkan info? Ini semua bermula dari Memorandum of Understanding antara pihak Blue Bird dan Lombok Elephant Park, maka di sanalah kami berada, mengikuti  setiap aktivitas hari libur yang dilakukan oleh keluarga bahagia ini. Begitu menuruni pintu masuk  Lombok Elephant Park, rombongan disambut dengan penampilan burung-burung yang bertengger dengan elok di dahan pepohonan. Terdapat beberapa jenis burung yang bertengger, mulai dari kakak tua putih, kakak tua hitam hingga burung nuri.

Bagong, sebuah nama yang disematkan untuk seekor burung kakak tua yang berasal dari Papua. Paruhnya tajam melengkung ke bawah, warna dominan hitam, dengan sedikit merah sebagai corak, burung ini ternyata jinak. Burung tersebut berusia 18 tahun, dan ternyata umur tersebut tergolong masih muda (kecil) bagi kakak tua jenis ini, karena dari info yang di sampaikan kepada kami, burung ini dapat mencapai usia hingga 150 tahun. Wow, sesuatu yang luar biasa bagi saya pribadi untuk ukuran seekor burung. Pada kesempatan ini, TGB dan keluarga menyempatkan diri untuk berfoto dengan burung-burung yang ada.  

Setelah puas berfoto, TGB melanjutkan perjalanan dengan melihat dan memberikan makan secara langsung kepada beberapa ekor Gajah, hewan berbobot sekitar 1 (satu) Ton  yang menjadi ikon di tempat ini. Takut-takut pada awalnya, si kecil Khadija akhirnya terlihat antusias memberi  makanan  kepada gaja-gajah  tersebut.  
FYI, Lombok Elephant Park  memilki 4 (empat) ekor gajah, 1 jantan dan 3 betina. Untuk mendapatkan izin pemeliharaan gajah ini ternyata tidaklah gampang, izin harus di tandatangani pejabat sekelas Dirjen, bila gajah tersebut dipindahkan antar kebun binatang. Apabila Gajah tersebut dipindahkan dari alam ke kebun binatang, maka izin pemindahan harus di tandatangani oleh Menteri terkait. Lain lagi apabila gajah dipindahkan ke luar negeri, maka izin harus ditandatangani langsung oleh Presiden, itupun status gajah hanya dipinjamkan. Baiklah, sekian sekilas infonya, kembali ke bahasan utama.

Seusai memberi makan gajah, rombongan kembali berjalan, sembari mengamati  beberapa burung yang bertengger dengan anggun, mulai dari Pelikan, hingga Burung Hantu, langkah kaki tertuju ke tempat orang utan berad., Valent, itulah nama orang utan tersebut, setelah berbincang dengan pelatihnya, TGB dan keluarga kembali melakukan sessi foto. Hal lucu terjadi ketika hewan tersebut berusaha menarik perhatian dengan mengulurkan tangannya kesana kemari, raut wajah Ibu  Hj. Erica terkadang berjengit ngeri dan meminta perlindungan suami. Ah, sungguh moment yang romantis sekali, membuat hati ini pun menjadi iri, dan berfikir, kapankah saya bisa merasakan kebahagiaan seperti ini, semoga lara segera tersudahi. #nasibjomblofisabilillah 

Selepas itu, Pak Ketut Suadika beserta istri selaku pemilik tempat ini kembali mengajak rombongan untuk melihat-lihat koleksi hewan yang ada, mulai dari berbagai jenis burung, rusa, buaya, simpanse, ular dan iguana. Amazing, itu yang dapat saya pikirkan, untuk tempat yang baru dibuka, Lombok Elephant Park sudah memiliki berbagai macam hewan. Hanya dengan mengunjungi satu tempat dengan luas sekitar 3,5 Hektare yang terletak di Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung ini, kita dapat menyaksikan dan berfoto ria dengan hewan-hewan yang belum tentu bisa kita lakukan di tempat lain.

Ada kabar gembira bagi kalian yang penasaran ingin berkunjung. Untuk bulan ini, Lombok Elephant Park  memberikan diskon khusus bagi masyarakat Lombok, diskon tiket masuk sebesar 25%  dari harga tiket Rp. 100.000,- diberikan kepada mereka yang memiliki KTP dengan alamat Lombok.
Terkait dengan MoU antara  Blue Bird Lombok dan Lombok Elephant Park (cek link ini), bagi mereka yang ke lokasi menggunakan Lombok Taksi, dan memesan melalui aplikasi My Blue Bird, maka dengan menunjukkan riwayat perjalanan, kita mendapatkan sebesar 15 % untuk tiket masuk. Jadi kapan lagi, ayo berkunjung, ajak keluarga untuk mengunjungi dan menambah wawasan kita tentang ragam fauna yang ada, dijamin kalian terpesona. Oh iya, bagi yang ingin tahu keseruan kegiatan imi, dapat juga melihatnya melalui rekaman video dan gambar melalui link ini. DANKE

berfoto bersama TGB








Sunday, September 17, 2017

Lombok Taksi (Blue Bird) dan Sebuah Sinergi

Zoon Politicon, itulah pernyataan Aristoteles mengenai hakikat manusia dalam hidup, bahwa sejatinya manusia itu merupakan mahkluk sosial, artinya mereka tidak dapat hidup sendiri tapi harus berdampingan dengan manusia lainnya. Karena manusia sewaktu-waktu akan membutuhkan bantuan dari orang lain dalam menjalankan hidupnya. Salah satu contohnya yaitu jika ingin mencapai suatu tujuan tertentu manusia akan saling bekerja sama untuk mencapainya. Kerja sama bisa dilakukan dengan orang lain yang ada pada lingkungan sekitar. Misalnya orang orang yang ada di sekolah, lingkungan masyarakat, di perusahaan dan lain-lain. Tentunya kerja sama bisa terbentuk karena adanya kepentingan yang sama salah satunya kepentingan untuk mencapai suatu tujuan.
Lalu apakah yang dimaksud dengan kerja sama?

Kerja sama adalah suatu pekerjaan yang di kerjakan oleh dua orang ataupun lebih untuk mencapai tujuan atau target yang sebelumnya telah direncanakan dan disepakati bersama. Atau kerja sama dapat diartikan sebagai tindakan-tindakan dalam pekerjaan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan dan demi keuntungan bersama.
Biasanya dalam sebuah perusahaan atau lembaga-lembaga, kerja sama tim telah menjadi sebuah kebutuhan untuk mewujudkan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Kerja sama tim akan menjadi suatu dorongan sebagai energi maupun motivasi bagi setiap individu yang tergabung dalam sebuah tim kerja. Jika kerja sama tim dapat berjalan dengan baik, maka kelancaran berkomunikasi maupun rasa tanggung jawab pada setiap individu yang ada di dalam tim kerja akan terbentuk. Selain yang disebutkan di atas, kerja sama dapat juga dilakukan oleh suatu perusahaan/lembaga dengan perusahaan/lembaga lainnya.
Terkait dengan hal tersebut, ada hal cerdas yang dilakukan oleh salah satu perusahaan moda transportasi yang ada di Lombok, Blue Bird Lombok (Lombok Taxi), itulah perusahaan tersebut, perusahaan moda transportasi yang terbukti dan teruji selama puluhan tahun. Setelah sebelumnya melakukan kerjasama dengan beberapa gerai makanan yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di Mataram, Blue Bird Lombok kembali melakukan kerja sama dengan beberapa rumah makan yang ada d Mataram.
Kamis 14 September 2017, saya berkesempatan untuk menyaksikan sebuah momen kerja sama yang dilakukan oleh perusahaan ini. Bertempat di Pusat oleh-oleh Sasaku, yang berlokasi di Kecamatan Batu Layar - Senggigi, dilakukanlah kerjasama antara Blue Bird Lombok dengan Sasaku. Penandatanganan itu sendiri dilakukan di Lantai 2 (dua) pusat oleh-oleh tersebut yaitu Sasaku Resto.

Dalam sambutannya, Bapak Amir Muslim selaku Kepala Cabang Blue Bird area Lombok menyatakan bahwa dengan armada sejumlah 378 unit, Blue Bird Lombok siap melayani pengguna jasa dengan maksimal. Hal yang menarik adalah, Setiap kerja sama yang dilakukan oleh Blue Bird dengan tenant apapun, itu berarti Blue Bird telah memanjakan pengguna jasanya  yaitu dengan memberikan diskon 10 %  atau lebih (tergantung kerja sama yang dilakukan dengan tenant tersebut), dari nilai belanja yang dilakukan oleh konsumen. Diskon tersebut dapat diperoleh konsumen dengan cara menunjukkan transaksi setiap menggunakan layanan Blue Bird (Lombok Taksi) melalui aplikasi My Blue Bird yang bisa langsung anda unduh dengan mengklik link ini.

General Manager Sasaku  sendiri mewakili pemiliknya menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat penting, dan berharap bahwa hal ini dapat meningkatkan jumlah pembelian yang ada. Mengusung tema One Stop Shopping, Sasaku juga memanjakan konsumen dengan adanya Sasaku Resto di lokasi yang sama. Konsumen akan dimanjakan lidahnya dengan beragam menu yang disajikan.
Bagaimana Guys, kerenkan Blue Bird Lombok?
Makanya buruan unduh aplikasinya, dan gunakan dalam setiap perjalananmu, banyak manfaat yang akan kamu peroleh pastinya. Jangan lupa ya J .


Thursday, September 14, 2017

BANGGA MENJADI INDONESIA


Puluhan pantai indah berpasir putih dengan bentangan lansekap perbukitan yang menawan, pulau-pulau kecil yang menawan, air terjun elok, Gunung Rinjani dengan danau segara anak  yang menggairahkan. Ya, itulah Lombok, sebuah pulau mempesona dengan  julukan pulau seribu masjid yang pada kurun waktu belakangan menjadi sorotan karena kemenangannya di ajang penghargaan wisata halal dunia. Belum lagi ragam budaya mulai dari Presean, Lebaran Adat, Maulid Adat dan Nyongkolan, siapapun pastilah akan terpesona.

Patut banggakah kita yang berdomisili?

Iya, itu pasti, bangga menjadi masyarakat Lombok sejatinya harus terpatri dengan segala karunia Allah SWT, sungguh patut hal itu kita syukuri.

Kita beralih ke timur, di sana terletak pulau Sumbawa, sebuah pulau dimana terkandung emas di dalamnya. Bukan hanya itu saja, di sana ada Pulau Moyo, pulau yang pernah dikunjungi Lady Diana untuk berwisata. Semakin ke timur, kita akan berjumpa dengan Gunung Tambora, gunung dengan letusan yang mengguncangkan dunia, debu letusannya menutupi mulai dari Benua Asia, Eropa hingga Afrika. Semakin ke timur, tepat di ujung pulau, di sana terletak Bima, Dana Mbojo Dana Mbari yang berarti tanah keramat, tanah penuh misteri , persinggahan transportasi dunia pada zaman dahulu kala.

Gabungkanlah dua pulau tersebut, maka jadilah Nusa Tenggara Barat, sebuah provinsi dengan 3 (tiga) suku asli di dalamnya (Sasak, Samawa, Mbojo), hidup rukun tepa slira. Provinsi yang kaya, bukan hanya karena sumber daya alamnya, tapi juga sumber daya manusia. Banggakah saya dengan NTB?

Ya, tentu saja saya bangga, apalagi provinsi ini memiliki pemimpin yang mumpuni, bukan hanya dalam hal duniawi, tapi juga ukhrowi.

Kita semua mahfum pastinya, bahwa Provinsi NTB terletak di Indonesia, sebuah Negara Kesatuan yang membentang mulai dari timur Sumatra sampai barat Papua, dengan beragam bahasa, budaya, suku bangsa dan agama. Negeri dengan tanah subur, dimana tongkat kayu dan  batu pun  jadi tanaman. Negara kepulauan dengan sumber daya alam yang berlimpah, yang kekayaannya pernah menjadi buah bibir dunia, hingga membuat kita terjajah tiga setengah abad lamanya.

Banggakah kita dengan Indonesia?

Ya, tentu saja. Negeri ini layaknya surga, apa yang kita inginkan tersedia. Lalu cukupkah semua hanya dengan berbangga? Tentu saja tidak, ada hal-hal yang harus kita pelihara, jaga dan rawat, jangan biarkan siapapun yang berniat jahat. Kita harus bersatu, abaikan perbedaan pandangan, agama maupun suku, untuk membuat Indonesia maju.

"Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba flashblogger dengan tema bangga Lombok, bangga NTB, bangga Indonesia, yang di selenggarakan oleh kemkominfo pada hari Jum'at 15 September 2017 dalam acara workshop Flash Blogging  dengan tema Bijak Bermedia Sosial".  

Friday, July 21, 2017

GERMAS, TEPAT UNTUK INDONESIA HEBAT


Hah, tes gula darah! Sontak hal ini membuat saya takut, resah, dan gelisah. Secara, saya yang manis  banget ini pasti gula darahnya tinggi. Syukurlah hal ini tidak terbukti, bukan tentang manisnya saya, karena itu sudah pasti, he. Tapi ini tentang kadar gula yang terdapat dalam tubuh saya, Alhamdulillah ternyata masih dalam batas normal. Lalu mengapa saya harus tes gula darah?


Jadi begini ceritanya (hening sejenak).
Jauh hari sebelum Ramadhan tiba, saya mendapatkan kabar dari seseorang, sebut saja namanya Bunsal (bukan bunga), bahwa Kementerian Kesehatan akan mengadakan kegiatan sosialisasi GERMAS, dan Kementerian Kesehatan RI mengundang komunitas blogger. Tujuannya apa? Ya udah jelaslah untuk bantu sosialisasi GERMAS ini melalui tulisan Blogger-blogger kece yang ada di Pulau Lombok. Walhasil, terbitlah rangkaian aksara penuh makna dan bercahaya layaknya surya sinari semesta, he, lebay saya.
Sayangnya, kegiatan yang sedianya akan dilaksanakan sebelum Bulan Ramadhan itu terpending, karena harus menyesuaikan dengan jadwal Sekretaris Jenderal  (Sekjen) Kementerian Kesehatan yang rencananya akan menghadiri , dan akhirnya kegiatan ini dapat  terselenggara juga pada Bulan Juli, Alhamdulillah ya.

Kembali ke pokok permasalahan. 
Saya yakin masyarakat pun masih asing dengan istilah GERMAS. Jadi, apakah GERMAS itu? Mungkinkah GERMAS  adalah Gerakan Mas-mas, yaitu  sebuah gerakan yang bertujuan untuk memaksimalkan mas-mas dalam rangka mendapatkan mbak-mbak?  Maaf saya bercanda Pak Sekjen (berasa kenal), he. Oke, sekarang serius. Awalnya saya salah kaprah mengenai akronim GERMAS ini, saya kira GERMAS  adalah Gerakan Makan Sayur  layaknya Gerakan Gemar Makan Ikan atau Gerakan Tanam Cabai yang dilaksanakan oleh beberapa Kementerian lain. Ternyata saya masih salah, jadi tolong maafkan saya.
Setelah terlibat langsung dalam kegiatan ini saya akhirnya faham, bahwa akronim sebenarnya dan sesungguhnya dari GERMAS adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yaitu sebuah tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa, dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kwalitas hidup.

Jum’at,  14 Juli 2017, bertempat di kota Mataram, kegiatan ini akhirnya terlaksana dengan Tema “Temu Blogger Kesehatan 2017”. Sebelum acara dimulai, setelah melakukan registrasi, kami dipersilahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan umum, yang antara lain: tinggi dan berat badan, tekanan darah, gula darah (hal yang membuat saya deg-degan seperti tersebut di atas), juga konsultasi riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.
Menurut MC ketika membuka acara, masyarakat Indonesia haruslah CERDIK,  sebuah manajemen yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam rangka mengimplementasikan hidup sehat, CERDIK itu sendiri merupakan akronim dari :
1.    Cek kondisi kesehatan secara berkala.
Ini bisa dilakukan minimal 1 (satu) tahun sekali, alangkah lebih baiknya bila dapat dilakukan per 6 (enam) bulan.
2.    Enyahkan asap rokok, minuman beralkohol dan narkoba
Menurut paparan pemateri (dokter siapa mungkin namanya , entahlah saya lupa), di dalam rokok terkandung 40 macam racun yang membahayakan tubuh. Bayangkan sob, huuufffhhhh, ngeri gak tuh. Ayo, berhenti merokok! Kalau minuman beralkohol dan narkoba saya yakin semua sudah faham dengan bahayanya 😃
3.    Rajin melakukan aktivitas fisik.
Masih menurut paparan dokter entahlah saya lupa namanya, untuk menjaga kebugaran, idealnya dalam sehari kita harus melakukan aktifitas fisik (berolahraga) selama minimal 30 menit.
4.    Diet Sehat dengan kalori seimbang.
Bukan diet asal diet ya,tapi lebih kepada menjaga pola makan, jangan bawa’annya nguyah terus, he.
5.    Istirahat yang cukup.
Selain jumlah jam istirahat yang terpenuhi, istirahat yang cukup bukan berarti yang penting tidur loh ya, tapi gunakan waktu sesuai qodratnya, karena sesungguhnya siang diperuntukkan untuk bekerja dan malam untuk istirahat, jadi jangan dibalik. Kecuali kalau dalam keadaan kepepet kejer deadline macam tulisan ini dibuat, he.
6.    Kelola Stress.
Hidup emang rumit, jadi jangan dibawa ribet, take it easy kata orang Ciamis, he. Usaha maksimal untuk setiap langkah,dan Tawakkal terhadap hasil yang di berikan Allah SWT (sok bijak saya). Atau ada cara gampang dan kekinian untuk kelola stress ini, BANYAKIN PIKNIK, masih gak mempan juga, berarti ada yang salah dengan diri kita, hehe.

Jadi kira-kira fahamkan bagaimana memenej biar kita dapat hidup sehat, gampangkan?

Selepas siang, acara kembali di lanjutkan dengan menghadirkan 3 (tiga) pejabat Kementerian Kesehatan yaitu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat yang menyampaikan laporan kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang mengutarakan tentang paparan implementasi GERMAS di Provinsi NTB, dan terakhir adalah arahan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI tentang merubah mindset agar kita dapat tetap hidup sehat.

Karena ini tentang blogger kesehatan, sessi terakhir di isi dengan materi menulis kreatif, pemateri professional yang entah siapa pula namanya (mohon maafkan saya lupa lagi, he). Di moderator oleh mbak Wardah (Blogger Jakarta),  yang bersangkutan memberikan trik-trik bagaimana agar kita dapat mengatur penggunaan kata dan kalimat agar tulisan dapat diminati, tidak membosankan, intinya menjadi keren bin topmarkotop.

Setiap pertemuan ada perpisahan, itu pasti. Finally acara harus selesai dan kami harus berpisah, dengan tekad bulat untuk membantu Kementerian Kesehatan melakukan sosialisasi GERMAS kapanpun dan dimanapun. Semoga terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat,  gemah ripah loh jinawi, Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghofur dapat segera terwujud. Aamiin Yaa Rabb.


”JAGA SEHATMU SEBELUM DATANG SAKITMU”

Tuesday, June 27, 2017

Hilangkan Khawatir Dengan Berdzikir


Suatu hari di Bulan Ramadhan, tepatnya Senin 20 Juni 2017, ada pesan masuk di sebuah grup sosial media yang saya ikuti, isi pesan tersebut menyatakan bahwa pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2017 akan ada acara Ramadhan Berdzikir yang bertempat di Pulau Lombok-NTB, tepatnya di Islamic Center Mataram, sebuah acara hasil  kerja sama antara Media Nasional Republika dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dimana acara ini termasuk dalam rangkaian kegiatan selama Bulan Ramadhan dengan tema Pesona Khazanah Ramadhan (Ramadhandi Lombok 2017).
Hal yang menarik adalah, acara ini akan dipandu langsung oleh KH. Muhammad Arifin Ilham yang terkenal dengan majelis dzikirnya. Wow, ini kesempatan langka fikir saya, entah  kapan lagi  bisa mengikuti kegiatan serupa, mungkin saja memang kesempatan itu datang, tapi belum tentu moment tersebut akan hadir di Bulan Ramadhan, bulan dimana semua amal ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh ALLAH SWT.
Namun di sisi lain, saya sudah terlanjur membuat janji untuk menghadiri acara buka bersama di sebuah komunitas pada hari yang sama. Hati pun bimbang, yang mana harus saya hadiri, keduanya  sama pentingnya. Setelah berfikir mendalam, saya putuskan untuk menghadiri buka bersama saja, sedangkan untuk kegiatan Ramadhan Berdzikir ini saya akan hadir untuk sekedar mengambil foto kegiatan dimana foto tersebut akan saya ikut sertakan pada lomba  di rangkaian kegiatan yang sama.
Ternyata takdir berkata lain, entah kenapa sore itu, setelah asik mengambil foto dari berbagai sudut yang berbeda, niatan semula tersebut ternyata berubah. Saya pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti acara ini bersama masyarakat yang hadir, dan sejenak melupakan janji saya untuk menghadiri acara buka bersama di tempat lain setelah sebelumnya mengirim pesan bahwa saya akan telat datang. Tidak lama berselang setelah saya mengambil posisi duduk, Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. M Zainul Majdi MA atau yang biasa akrab dipanggil TGB memasuki panggung utama, kemudian disusul oleh KH. Arifin Ilham, sementara di atas panggung tersebut telah menanti unsur pimpinan yang ada di provinsi ini.
Dalam sambutannya, TGB menyampaikan bahwa kegiatan berzikir bersama memiliki sejumlah makna, di antaranya adalah untuk merekatkan ukhuwah antar umat Islam, dan dzikir bersama pada akhir ramadhan ini hendaknya dapat menjadi penyemangat dan pendorong untuk terus menambah kebaikan. Gubernur juga menegaskan, bahwa dalam membangun provinsi NTB tidak cukup dengan hanya membangun sarana fisik saja, tetapi juga bagaimana menjadikan masyarakat NTB kuat dan makmur baik lahir dan batin. Masih menurut beliau, berdzikir ini  adalah satu jalan untuk memberikan nutrisi kepada batin kita, membuat hati menjadi tenang. Selain itu dalam sambutannya TGB juga mengapresiasi kehadiran pimpinan Majelis Ad Dzikra, KH. Arifin Ilham, yang berkenan hadir untuk menghadiri dan memandu acara dzikir ini.

Acara utama pun tiba, dzikirpun dimulai, langit sore yang mendung  menjadi saksi kedashyatan dzikir bersama tersebut, masyarakat yang hadir larut dalam suasana sakral. Segala puji diucapkan, tasbih, tahmid, tahlil dan takbir menggema, do’a-do’a dipanjatkan, memohon ampunan, rahmat dan ridho dari Tuhan, ALLAH SWT pemilik semesta alam. Tangis bersahutan ketika diingatkan tentang dosa-dosa yang telah dilakukan.
Laksana batu yang terpukul tongkat Nabi Musa AS dan memancarkan air, mungkin itulah yang terjadi saat itu terhadap hati insan yang hadir, hati yang membatu itu pecah dan keluarlah air yang berwujud airmata. Semoga segala do’a yang terpanjat dikabulkan oleh ALLAH SWT, dan semua air mata yang tertumpah tidak sia-sia, dapat membawa kita menjadi insan yang bertakwa, dan semoga dengan berdzikir, akan hilang semua perasaan khawatir. Aamiin Yaa Rabbal’aalamin.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat ALLAH. Ingatlah, hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tentram (QS. 13 : 28)”.
”Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog #RamadhanDiLombok 2017 yang diselenggarakan Republika dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat”.





Tuesday, June 20, 2017

Ramadhan Mulia Bersama Republika


Mataram, di kota inilah saya berdomisili semenjak tahun 1998. Pada awalnya saya tidak merencanakan menetap, hanya untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi yang ada, namun ternyata nasib berkata lain, hati saya terpaut dengan pulau di mana  kota ini berada.
Ya, Pulau Lombok, pulau dengan bentangan pantai berpasir putih di setiap sisi,  puluhan gili (pulau kecil), ratusan  air terjun bersumber dari Danau Segara Anak yang terletak di Gunung Rinjani, telah membuat diri ini jatuh hati, terpikat, melekat, dan enggan untuk berpindah tempat. 
Lombok sendiri merupakan 1 (satu) di antara dua pulau besar yang ada di Provinsi Nusantara Tenggara Barat, tentu saja di sebelah timur ada Pulau Sumbawa yang tidak kalah cantiknya, namun untuk saat ini saya hanya akan membahas mengenai Pulau Lombok. Bukan tentang pesona pantai, air terjun maupun Gunung Rinjani, tetapi tentang apa yang terjadi pada bulan Ramadhan di Lombok 2017
Selain dikenal dengan pesona keindahan alamnya, Pulau Lombok juga dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, bukan berarti masjid yang ada hanya 1000 (seribu), tapi ini merupakan perumpamaan bahwa betapa banyaknya masjid di pulau ini, di setiap lingkungan (RW) pastilah memiliki masjid. Malah terkadang dalam 1 (satu) lingkungan terdapat lebih dari satu masjid, sehingga untuk pelaksanaaan Sholat Jum'at dipergilirkan setiap masjid. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kereligiusan masyarakat di pulau ini tergolong tinggi.
Seperti tahun-tahun sebelumnya yang saya alami, Bulan Ramadhan di Lombok terasa sangat syahdu dan semarak, ini dibuktikan dengan tetap terdengarnya lantunan ayat suci Al-Qur'an, serta antusiasme masyarakat untuk mendatangi masjid.
Predikat sebagai destinasi wisata halal dunia membuat Pemerintah Provinsi NTB  semakin bersemangat untuk menyelenggarakan kegiatan wisata yang bersifat religi. Hal itulah yang membuat terjalinnya kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Media Republika, dan akhirnya  membuat rangkaian kegiatan bertajuk Pesona Khazanah Ramadhan, yang berlangsung selama Bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut bertempat di Islamic Center NTB, dengan Masjid Hubbul Wathan sebagai pusat kegiatannya.  Alhamdulillah wa Syukurillah, walaupun tidak dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan, saya beruntung dapat mengikuti beberapa di antaranya. Apa saja kegiatan tersebut? Berikut uraiannya :

Kegiatan Ibadah

Sebagai rangkaian pembuka kegiatan adalah Tabligh Akbar tepat sehari sebelum puasa yang menghadirkan Ust. Yusuf Mansyur. Selain kegiatan ini, aktivitas yang sering saya ikuti adalah Sholat Tarawih berjama’ah , yang di Imami oleh 4 (empat)  Imam besar  dari negara  timur tengah secara bergiliran tiap pekannya. Seperti saya sebutkan di atas, antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan sholat tarawih ini sangatlah besar, hal ini dibuktikan dengan membludaknya jamaah shalat tarawih setiap harinya, ayat –ayat panjang dan suara merdu para Imam menambah syahdu pelaksanaan sholat. Selain itu kegiatan ibadah ini juga terdiri dari Tahajud, Qiyamul Lail Akbar, Temu Imam Besar, Tadarus bersama Gubernur, dan I’tikaf.

Pameran dan Bazar

Untuk kegiatan satu ini, terutama bazar buku, saya tak mau kehilangan kesempatan karena banyak buku yang ditawarkan dengan harga miring, beberapa buku saya bawa pulang dengan hati riang. 
Pameran seni budaya islam membuat saya terkagum-kagum.  Selain menampilkan tayangan film mengenai Rasulullah SAW dan para sahabat, pameran ini juga menampilkan replika barang peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat seperti, Pedang, Tongkat, Busur Panah dan Sandal milik Rasulullah SAW, juga terdapat pedang dari para sahabat. Dengan membayar infak sebesar Rp.5000,- pengunjung juga dapat berfoto dengan replika pedang milik sahabat yang telah disediakan.

Pameran Foto NTB yang ditempel di sepanjang lorong Masjid Hubbul Wathan pun semakin menambah semarak suasana yang ada, di sini kita dapat melihat objek-objek wisata yang ada di NTB melalui foto-foto yang terpajang tersebut. Bila anda berkunjung malam hari dan masih merasa lapar, tepat di sebelah barat area Masjid terdapat stand makanan halal.


Talkshow

Kegiatan ini termasuk yang saya tunggu-tunggu, terutama kegiatan bedah buku yang menampilkan penulis best seller Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) yang terkenal berkat booming novel Ayat-ayat Cintanya, sungguh beliau ini termasuk salah satu penulis idola saya, oleh karenanya dalam kesempatan ini saya menyempatkan diri untuk berfoto dengannya dan tak lupa juga meminta tanda tangannya di setiap buku yang saya punya.

Kegiatan kedua yang saya ikuti tepat seminggu setelahnya adalah Meet and Greet bersama Tere Liye. Pada dasarnya saya tidak begitu mengagumi tokoh ini, karena menurut saya pribadi segmen  pembaca dari  novel yang beliau buat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang bernama wanita. Benar saja, ketika saya datang, isi ruangan penuh dengan para wanita (sekitar 85% dari isi ruangan). Acara Meet n Greet bersama  Tere Liye sangatlah heboh, itu terlihat dari antrian mereka yang ingin berfoto dan meminta tanda tangannya.

Hiburan Islami

Ada hal menarik terkait dengan hiburan islami ini, yaitu tersedianya salah satu hiburan olahraga islami yang termasuk dalam Sunnah Rasul, yaitu memanah. Ya, di sisi sebelah selatan pekarangan Masjid Hubbul Wathan, disediakan arena memanah. Hanya dengan Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah) untuk 12 (duabelas) anak panah, kita dapat mencoba olahraga ini dengan dibimbing oleh instruktur berpengalaman. Melihat antusiasme masyarakat, saya pun penasaran ingin mencobanya, tapi sayang beribu sayang, dari 1 (satu) lusin anak panah yang disediakan, saya hanya mampu mengenai target tidak sampai setengahnya, he.
Peringatan Nuzulun Qur’an pun dikemas secara menarik, selain menghadirkan hiburan kesenian tradisional musik khas Negeri Arab, acara yang sedianya menghadirkan KH. Abdullah Gymnastiar (A’a Gym) ini juga menghadirkan Guru Besar Universitas AL-Azhar (Mesir). Acara ini ditutup dengan hiburan dari grup musik religi lawas yaitu Bimbo.

Ada satu kegiatan lagi yang akan hadir, yaitu Malam  1000 Cahaya pada hari Sabtu, 24 Juni 2017. Menarikkah acara ini nantinya? Tentu saja menarik, karena acara ini Insyaa Allah akan dihadiri oleh Pendiri Majelis Dzikir yaitu KH. Ust. Arifin Ilham.  

Kegiatan Sosial

Ketika pelaksanaan acara Meet and Greet bersama Tere Liye, saya sempat berhenti sejenak untuk melihat dari luar acara kegiatan sosial yang dilakukan, yaitu kegiatan berbagi bersama anak yatim, terenyuhkah saya? Jelas sudah pasti, dalam hati semakin terpatri, bahwa hidup ini sejatinya haruslah berbagi.

Aneka Lomba

Seperti layaknya setiap kegiatan, untuk menambah meriahnya acara, maka idealnya ada aneka lomba yang mengiringi. Hal ini pun tidak luput dari perhatian penyelenggara, mereka melaksanakan beberapa jenis lomba,  beberapa di antaranya telah selesai yaitu mewarnai kaligrafi,  pantun islami, dan pemilihan da’i remaja NTB.

Sungguh mengesankan bukan, saya hanya berharap semoga kesyahduan yang mempesona dari khazanah Ramadhan di Lombok 2017 ini membekas di hati kita dan mampu membawa kita ke arah yang lebih baik, dan tentu saja juga harapan bahwa acara ini akan terselenggara di  Ramadhan-Ramadhan selanjutnya, dan semoga kita dapat berjumpa kembali dengan Bulan yang mulia ini. Aamiin Yaa Rabb.

 “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apapun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang yang mendapat petunjuk”. QS: 09  (18)

#PesonaKhazanahRamadhan
#PesonaRamadhan
#PesonaIndonesia
#KhazanahRamadhanLombok


“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #RamadhanDiLombok2017 yang diselenggarakan Republika dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat”.

Thursday, June 15, 2017

IKON KEBANGGAAN ITU BERNAMA HUBBUL WATHAN

   


     
Pulau Lombok, siapa yang tidak mengenal destinasi wisata satu ini. Pantai dengan pasir putih dan laut biru yang siap memanjakan pandangan, pulau-pulau kecil perawan, air terjun menawan, hingga gunung Rinjani dengan danau vulkaniknya yang mempesonakan. Siapapun yang pernah berkunjung ke Lombok, pastilah mengakui bahwa pulau ini gak ada matinya (meminjam istilah kekinian), hingga sampai ada ujar-ujar yang berkembang "jangan ke Lombok nanti gak mau pulang".
Selain terkenal karena keindahannya, pulau Lombok juga dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, mengapa demikian? Tentu saja karena saking banyaknya masjid yang ada di pulau ini. Bayangkan saja, setiap lingkungan (RW) minimal terdapat satu masjid, belum terhitung musholla. Malah di beberapa tempat terdapat masjid yang lokasinya berseberangan, hanya dipisahkan  oleh jalan. Mungkin atas dasar julukan inilah, Dr. Zainul Majdi, MA selaku Gubernur Provinsi NTB saat itu mencoba merealisasikan dibangunnya Islamic Center yang berlokasi di Kota Mataram sebagai ikon dari julukan tersebut.
Hubbul Wathan tampak dari sebelah utara
Tahun 2009 wacana pembangunan Islamic Center mulai terdengar, seperti biasa, sesuatu hal yang baru pastilah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, nada sumbang banyak terdengar terkait dengan wacana ini, seperti: pembangunan ini hanya menghabiskan anggaran, untuk apa membangun yang baru sedangkan di lokasi yang berdekatan sudah ada masjid raya At-Takwa, mengapa membangun tapi dengan cara merubuhkan bangunan-bangunan yang ada, dan berbagai nada miring lainnya. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Pemerintah Provinsi NTB untuk tetap melanjutkan pembangunan ini, dengan alasan bahwa daerah lain yang tidak memiliki jumlah masjid seperti di Lombok sudah punya Islamic Center. Jadi menurut Dr. H. M. Zainul Majdi, MA selaku Gubernur, provinsi NTB yang mayoritas muslim dan terutama pulau Lombok dengan julukan Pulau Seribu Masjid  haruslah memiliki Islamic Center sehingga tidak kalah dengan daerah lain. Selain itu masih menurut yang bersangkutan, tujuan lain dari pembangunan ini adalah meningkatkan dakwah dan syiar islam dan juga menjadi tujuan destinasi wisata religi yang mendunia (sumber : vivanews.co.id).
Pada tahun yang sama pemenang Grand Design Islamic Center pun diumumkan, dengan Ir. Zulkifli Yusuf sebagai pemenang. Bangunan yang akan berdiri di lahan seluas 7,6 hektar ini diperkirakan akan memakan biaya sebesar Rp.356 miliar dan akan dengan 5 (lima) tahapan pembangunan. Menurut wawancara penulis dengan pemenang design via daring, karakteristik NTB dimunculkan melalui pintu masuk utama masjid berupa atap berugak dan kubah menara yang berbentuk atap berugak mengarah ke empat penjuru mata angin. Ornamen yang ada pun sangatlah memikat hati, bila kita masuk lewat gerbang utama (pintu sebelah timur),kemegahan langsung terasa dengan bentuk gerbang yang besar dan kokoh.
Hubbul Wathan tampak dari sebelah selatan
Tahun 2014, tepatnya hari Jum'at tanggal 19-03-2010, peletakan batu pertama dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini dihadiri oleh ribuan umat islam yang terdiri dari para pejabat, tuan guru, dan lain-lain. Selain peletakan batu pertama, acara ini juga dilanjutkan dzikir yang dipimpin Ustadz KH. Arifin Ilham. Harapan mulai tumbuh di hati masyarakat bahwa mereka akan segera memiliki bangunan yang sebelumnya sempat menuai kontroversi tersebut. 
Tahun 2015, Lombok (NTB) ditetapkan sebagai pemenang destinasi wisata halal dunia dari 3 (tiga) kategori yang dimenangkan oleh Indonesia. Hal ini tentu saja  membuat masyarakat NTB bangga, dan semakin yakin bahwa harapan untuk menciptakan NTB sebagai daerah wisata religi akan semakin mendekati tujuan. 
Hubbul Wathan tampak dari sebelah timur
Seiring dengan berjalannya waktu, pada awal tahun 2016, bangunan utama Islamic Center berupa masjid akhirnya  rampung sudah. Pada tahun yang sama pula NTB menjadi pihak penyelenggara pelaksanaan MTQ  Nasional ke-26  dimana kegiatan tersebut berpusat di sini. Acara yang dibuka langsung Presiden RI Ir. Joko Widodo ini  membuat rasa bangga semakin terpatri di dada masyarakat NTB. Rasa bangga pun semakin menjadi ketika pada tanggal 07 Desember 2016 waktu Abu Dhabi, Lombok kembali menyabet predikat destinasi halal, tidak tanggung-tanggung 3 (tiga) kategori diperoleh oleh Lombok (NTB). Ini jelas semakin mengukuhkan Lombok (NTB) sebagai destinasi wisata halal (religi) dunia. Tanggal 17 Desember 2016, bertepatan dengan hari lahir Provinsi NTB dilakukan serah terima bangunan masjid Islamic Center dari pihak pengembang ke pemerintah, dan pada tanggal yang sama pula dideklarasikan pemberian nama untuk masjide ini, yaitu masjid Hubbul Wathan yang berarti cinta negara. Banggakah masyarakat? Tentu saja, apalagi dengan berbagai penghargaan yang tersebut di atas, semakin jelaslah posisi Islamic Center (Masjid Hubbul Wathan) sebagai Ikon Kebanggaan Wisata Halal NTB.
Hari ini ketika tulisan ini tayang, tepatnya 14 Juni 2017 atau 19 Ramadhan 1438H, Dinas Pariwisata Provinsi NTB bekerjasama dengan media nasional Republika, menyelenggarakan ragam kegiatan di masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Tidak tanggung-tanggung, acara yang bertajuk Pesona Khasanah Ramadhan menghadirkan 4 (empat) orang hafidz Al-Qur'an (Qori' internasional) sebagai imam sholat tarawih. Selain itu di tempat yang sama juga berlangsung berbagai macam kegiatan seperti talkshow, ragam lomba, bazar buku dan pasar rakyat, fashion show dan juga kegiatan lainnya yang tentu saja membuat masyarakat semakin bangga dengan kehadiran dari masjid Hubbul Wathan ini. Besar harapan semoga ke depannya semua ini akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat NTB pada umumnya dan menambah khazanah Pesona Seribu Masjid di pulau ini. SEMOGA.

Bazar buku dan acara meet and greet bersama kang Abik di masjid Hubbul Wathan
MTQ di Hubbul Wathan (Islamic Center)
stand memanah dalam pesona khazanah ramadhan di Hubbul Wathan
Peringatan Nuzulul Qur'an di masjid Hubbul Wathan

Suasana sholat Jum'at di Hubbul Wathan



"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk". QS: 09  (18).