Wednesday, November 1, 2017

Diskon Besar, Inovasi Tiada Henti dari Blue Bird Grup, Lombok Taksi

H-2
“Hari apa, kapan dan di mana acaranya?”  Itu pertanyaan saya kepada salah seorang senior di dunia  perbloggeran  lewat jaringan pribadi ihwal kegiatan ini. Omelan pun akhirnya datang bertubi karena malas menyimak obrolan di grup. Efek males manjat ketika isi chat grup melebihi 50 (lima puluh) percakapan  membuat saya terkadang ketinggalan berita penting dalam grup. Jadi ya, beginilah akibatnya.
Untunglah senior saya ini penyabar, baik hati, tidak sombong n doyan ngemil. Dengan sikap mengayomi dan welas asih, dia membimbing saya menuju jalan yang lurus, jalan blogger, menjadi blogger yang sebenar-benarnya blogger atau blogger kaffah istilah keren buatan saya, he, apa coba. Intinya senior ini mengingatkan saya untuk fokus buat anak, eh. Maksud saya, beliau mencoba menanamkan untuk fokus bila mengerjakan/melakukan sesuatu.

Hari H
Ba’da Maghrib, Selasa 31 Oktober 2017. Dari Ampenan, saya larikan motor dengan ngebut yang pelan-pelan menuju arah timur. Saya takut akan terlambat menghadiri kegiatan ini, saya terobos lampu merah ketika lampunya menyala hijau. Kurang lebih 10 menit kemudian saya pun tiba di lokasi, ketakutan saya akan terlambat membuat saya terburu-buru tapi selow  memasuki hotel, menaiki lift menuju roof top, tempat kegiatan ini dilaksanakan yaitu Sky Resto Hotel Golden Palace Mataram.
Alhamdulillah ya, tetiba saya di sana ternyata lokasi masih sepi, baru terlihat 3 (tiga) orang blogger senior di sana. Saya pun melihat jam, waktu sudah menunjukkan lewat pukul 19.00, tapi kok kenapa sepi ya, fikir saya. Astaga, saya lupa, ini Indonesia, negara di mana keterlambatan merupakan hal yang biasa, he. Tapi itu tidak berlangsung lama, belumlah  sepeminuman teh, lokasi mulai ramai dipenuhi tamu undangan, saya bersama 15 blogger senior saya, 8 General Manager hotel, dan tentu saja rombongan pimpinan Lombok Taksi (Blue Bird Group).
credit by: Alfian Hoki

Penandatanganan MoU antara Lombok Taksi dengan delapan buah hotel yang ada di Lombok. Wow, Marvelous, inovasi tiada henti dari Lombok Taksi memang semakin tak terkendali, setelah sebelumnya melakukan MoU dengan beberapa pihak, antara lain Sasaku,  Lombok Elephant  Park, Inul Vista, The Garden Restaurant, dll, kini tidak tanggung-tanggung, delapan hotel langsung di ajaknya bekerja sama. Sungguh pencapaian yang luar biasa.
Siapakah yang diuntungkan dari kerjasama ini?
Jawabannya sudah pasti konsumen,  berikut variasi potongan harga yang akan didapatkan bagi mereka yang menginap di salah satu dari delapan hotel tersebut:  
1.    Living Asia
Room : 20%  (best available rate)
Spa     : 10%
2.    Holiday Resort
Room       : 20%
F&B         : 15%
Spa          : 40%
Laundry  : 25%
3.    Golden Palace
Room      : 55% (Publish Rate)
F&B         : 15%
Spa          : 15%
Karaoke  : 15%
4.    DMax
Room      : 40% (Publish Rate)
F&B         : 10%
Spa          : 20%
5.    Lombok Astoria
Room      : 53%  (Publish Rate)
F&B         : 20%
6.    Lombok Raya
Room      : 20 – 45%  (Publish Rate)
7.    Lombok Plaza
Room      : 40%  (Publish Rate)
F&B         : 10%
Karaoke  : 15%
8.    Aston Inn
Room      : 50%  (Publish Rate)
F&B         : 15%
Bagaimana, sungguh luar biasa bukan? Lalu bagaimana caranya agar konsumen bisa mendapatkan diskon ini? Caranya gampang,
  1. Unduh aplikasi My Blue Bird
  2. Gunakan aplikasi tersebut untuk menuju lokasi hotel yang ada dalam daftar di atas.
  3. Tunjukkan riwayat perjalananmu (dalam aplikasi tersebut) ke front office, resepsionis di hotel tersebut.
Ayo, disegerakan, jadikan liburan anda berkesan.
Oh iya, terkait dengan MoU ini, kami para blogger mendapatkan kehormatan untuk menginap di hotel-hotel yang tersebut di atas, dan saya mendapatkan kesempatan untuk staycation di Living Asia, berikut sedikit ceritanya.

Sedikit Tentang Living Asia


Mungkin ini yang dinamakan berkah berkeluarga, status sebagai pengantin baru membuat saya bersama seorang blogger pengantin baru namun agak lama mendapatkan hotel yang uapik pol, kece begete. Lalu, apa yang akan kami lakukan di sana? Plis ga usah kepo lah, yang jelas <^”*#*”*>  titik.

Terletak di Kabupaten Lombok Utara (satu jalur dengan kawasan wisata senggigi) tepatnya di Desa Lendang Luar, hotel yang belum 2 (dua) tahun  berdiri ini sangatlah nyaman, suasana damai asri sangat terasa sekali. Hotel ini memiliki 66 kamar dengan 6 type berbeda. Kami mendapatkan kamar dengan type Garden View, selain itu ada juga type ocean view dan lain-lain.

Hotel ini memiliki 1 (satu) buah kolam renang, restaurant dan beach bar dengan view laut. Selain itu hotel ini juga memiliki fasilitas spa yang memiliki display menarik.





Arah timur kau lihat hijaunya perbukitan, tengok barat kau lihat birunya lautan, suasana sepi nan asri membuat diri betah berlama-lama di sini, apalagi kunjungan ini bersama sang istri, hmmmmmmmm.
Ingin rasanya saya rangkai penuh, pengalaman ini menjadi satu tulisan utuh. “Gelora Senja di Living Asia” itulah kira-kira judulnya. Jangan piktor gara-gara baca judulnya ya, he.


Penutup
So, What are you waiting for? Ayo piknik, rasakan sensasi menginap di hotel yang sudah bekerja sama dengan Lombok Taksi/ Blue Bird Group dan dapatkan diskonnya.


Saturday, October 28, 2017

Dinner Menyenangkan di The Garden Restaurant


Mobil yang mengantarkan kami baru saja tiba, seorang wanita berambut pendek ala Demi Moore dalam film Ghost menghampiri. “Selamat datang di the garden restaurant!”  Itulah kata  yang terucap dari mulutnya.  Dina nama wanita tersebut, beliau adalah general  manager di restauran ini. Setelah berbasa-basi sejenak, kami pun diantarkannya menuju meja yang telah disediakan, tampak rombongan grup pimpinan Lombok Taksi, rekan blogger dan wartawan telah hadir dan asik mengobrol.
Untuk kesekian kalinya saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan penandatanganan kerjasama (MoU) antara Lombok Taksi dengan sebuah restauran. Ketika ajakan itu datang tanpa tedeng aling-aling saya meng-iyakannya. Beruntungnya saya, karena dalam kesempatan ini diperkenankan mengajak istri  tercinta, dan  dalam kesempatan ini saya mendapatkan dua keuntungan sekaligus, selain bisa mengajak istri untuk melihat kehidupan malam di Kawasan Wisata Senggigi, saya juga dapat merasakan nikmatnya hidangan di salah satu restoran ternama secara gratis tis tis, he.

The Garden Restaurant, itulah nama restauran beken nan kece ini. Design bangunan utama berbentuk letter U yang terbuat  dari kayu, display foto repro ukuran besar tentang Lombok di masa lalu, dan bermacam jenis tanaman yang menghiasi, menghadirkan suasana nyaman siapapun yang mengunjungi tempat ini.

Udara  malam terasa hangat, alunan musik dari home band mengiringi obrolan seru kami. Tetiba musik berhenti,  kami pun memasuki acara inti, yaitu penandatanganan MoU antara The Garden dan Lombok Taksi. Sebuah kerja sama yang dimaksudkan untuk memberikan kepuasan bagi konsumen/pelanggan. Tidak tanggung-tanggung, Diskon 20% diberikan bagi tamu yang menikmati makanan dan minuman di tempat ini.

Acara inti selesai, sesi serangan malam pun dimulai, untuk hidangan pembuka pihak restaurant menghadirkan appetizer untuk kami berupa salad yang berisi sayuran segar dan udang dengan penyajian yang mempesona. Selain salad, dalam sesi appetizer juga dihadirkan makanan cantik dan unik berbentuk lumpia (saya lupa namanya) yang berasal dari Vietnam. Walaupun berbentuk seperti lumpia, namun hidangan ini tidak digoreng, kulitnya yang transparan dengan tampilan sayuran di dalamnya membuat kami penasaran untuk mencoba, dan Alhamdulillah ya, enak, he.

Lima menit berlalu, hidangan pembuka telah kami nikmati, di hadapan kami kini hadir main course atau hidangan utama. Seafood yang terdiri lobster, kepiting, kerang, udang, dan aneka ikan tersaji dalam satu wadah. Di meja kami sendiri telah tersedia dua macam sajian yang aromanya sangat menggugah selera, Chicken Steak di hadapan saya, dan Australian Beef Steak di hadapan istri tercinta.

Meja hampir penuh terisi, namun pramusaji kembali datang membawakan satu jenis lagi hidangan utama. Eksklusif Thali, itulah namanya, makanan khas India yang merupakan ciri khas dari restaurant ini. Untuk di Kawasan Wisata Senggigi, hanya restaurant inilah yang menyajikan menu ini.

Satu, dua, tiga. Acara makan memakan pun dimulai, dengan kalap namun khidmat kami mulai menikmati hidangan. Beruntungnya saya dan istri mendapatkan menu yang berbeda, jadi kami bisa saling bertukar makanan untuk sama-sama merasakan nikmatnya hidangan yang tersedia.
Chicken Steak dan Beef Steak tandas dengan sempurna, entah karena lapar atau memang maruk karena rasa enak yang merasuk,  kami beralih ke menu seafood di meja sebelah, lambaian capit kepiting seakan memanggil kami untuk segera menuntaskan apa yang tersedia. Hmmm, enak, enak, enak.
Perut sudah terasa penuh, makanan dan minuman segar sudah kami rasakan, tapi ternyata ini semua belum selesai, pramusaji kembali menghantarkan hidangan dessert (pencuci mulut). Pudding dengan fla eskrim berbagai bentuk tersedia di meja. Sungguh ini menjadi malam yang sempurna dalam hal makan memakan. Pelayanan prima, hidangan luar biasa, membuat kami terbuai dan merasa seperti raja.

Hal yang menarik dari The Garden, restauran ini tidak hanya berusaha memberikan kepuasan pengunjung yang datang, namun juga berusaha juga menjaga kesehatan pengunjung dengan cara tidak menggunakan MSG dalam semua masakannya.
Bagaimana, tertarik untuk merasakan nikmatnya makanan dan nyamannya sebuah restaurant, datang dan kunjungi saja The Garden Restaurant. Untuk mendapatkan diskon gunakanlah Applikasi My Blue Bird, pesan taksi melalui aplikasi ini, dan tunjukkan riwayat perjalananmu ke meja pembayaran, diskon 20% akan segera kamu dapatkan. Bagi yang belum memiliki applikasinya silahkan download di sini.
Oke Guys, jadi tunggu apa lagi, segera datang dan nikmati cita rasa tinggi di the garden restaurant.

Friday, October 27, 2017

RADIKALISME DAN TERORISME, SIAPA TAKUT!


Menjelang senja di Kota Mataram bagian utara, dua  wanita muda tampak  tergesa, langkah  mereka terlihat bergegas, memasuki sebuah hotel ternama. Semangat  terpancar dari raut wajah mereka.
Ika Rosiana (Ika) dan Baiq Nila Ayu Purnama Sari (Nila), itulah nama keduanya, mahasiswi dari dua perguruan tinggi, dengan keahlian  dan daerah asal berbeda. Mereka sebelumnya belum pernah berjumpa, namun kesamaan pandangan dan tujuan membuat takdir mempertemukan mereka dalam sebuah rangkaian acara, dan kemudian menyatukan mereka layaknya saudara.
Duta Damai Dunia Maya, ya, itulah kegiatan yang mereka ikuti. Sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh Pusat Media Damai, lembaga bentukan Deputi Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi Terorisme yang bernaung di bawah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme . Kegiatan ini diikuti 60 peserta yang dibagi dalam 5 (lima) kelompok terdiri dari blogger, tenaga IT dan DKV, dimana tujuan  pembentukannya sendiri adalah menyiapkan  tenaga sukarela, guna membantu pemerintah melakukan upaya mengkonter propaganda radikalisme dan terorisme yang berupaya merasuki dan meracuni pikiran anak bangsa dengan cara membuat dan menyebarkan konten-konten positif di dunia maya melalui situs yang mereka buat.

Kembali ke kedua wanita muda. Selama kegiatan itu berlangsung, sama sekali tidak tampak rasa takut ataupun khawatir di wajah mereka, uraian – uraian yang disampaikan pembicara malah membuat mata mereka menyala, raut wajah menahan amarah, ketika melihat segala macam tayangan yang bersifat propaganda.
Lalu dari mana keberanian mereka timbul?
Ini semua berawal dari keprihatinan mereka melihat maraknya berita di dunia maya tentang propaganda penyebaran faham radikal yang  berupaya mengganggu stabilitas negara. Maka berlandaskan rasa cinta kepada bangsa, patriotisme yang tinggi, dengan kesadaran yang penuh mereka merelakan dirinya membantu tercapainya damai di Indonesia. Sungguh suatu upaya yang patut diapresiasi, di tengah fenomena sikap pemuda yang cenderung apatis, mereka berfikir berbeda, berusaha ikut menjaga kedaulatan negara, membantu membangun negara dengan cara yang mereka bisa.
Radikalisme dan Terorisme sendiri sejatinya memanglah sesuatu yang harus diperangi, karena dua faham ini bukan hanya dapat merusak tatanan bangsa, tapi juga bisa menghancurkan sebuah negara.
Lantas bagaimana cara kita untuk mengatasinya?
Rasa takut yang coba dimunculkan oleh para penganut faham radikalisme dan terorisme melalui propaganda, ancaman dan tindakan anarki sejatinya harus ditangkal sedini mungkin. Dan dalam hal ini para pemuda haruslah menjadi ujung tombak, mereka harus cerdas dalam menyikapi dan menelaah apa yang mereka baca, menyaring setiap informasi yang masuk dan tidak mudah terprovokasi.
Tidak kalah pentingnya, pemuda harus bekerja sama, minimal dengan cara saling mengingatkan untuk tetap membentengi diri agar tidak mudah teracuni. Satu hal yang harus mereka tanamkan dalam diri, bahwa NKRI Harga Mati, tidak ada tawar menawar lagi.
Tentu saja banyak cara untuk berkonstribusi bagi keutuhan dan kemajuan bangsa. Dua wanita muda cerdas di atas telah  mencoba dengan caranya, yaitu menjadi Duta Damai Dunia Maya.
Lalu, bagaimana dengan anda?
Apakah anda akan berdiam diri saja?
Pernahkah terfikir di benak anda bahwa siapa tahu, mungkin saja mereka yang teracuni otaknya adalah, saudara kita. Oleh karenanya, Ayo bantu jaga negara kita, laporkan segala bentuk faham yang menyimpang. 
Jangan hanya diam, karena diam hanya akan membuat mereka semakin digdaya. Karena diam tanpa bertindak sama halnya dengan membiarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju jurang kehancurannya.
Jika anda masih berdiam diri, apalagi anda seorang pria, maka wajib malulah anda dikalahkan oleh dua sosok wanita muda. Ayo, jangan takut! Bersama kita perangi radikalisme dan terorisme, demi keutuhan negara tercinta.



Saturday, October 21, 2017

Bernyanyi Bersama Lombok Taksi, Bergembira di Inul Vista

Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, semesta mulai menampakkan wujud aslinya, malam hadir sebarkan pesona gelap. Hal ini semakin terlihat bila kita susuri jalan menuju pinggiran kota. Namun, di salah satu komplek pertokoan di kecamatan Cakranegara, malam seperti tak berdaya, cahaya lampu mampu mengalahkan gelapnya malam yang jumawa.

Kendaraan roda dua saya berhenti di lokasi ini. Setelah memarkir kendaraan, saya kemudian berjalan memasuki loby. Ruangan itu terlihat sesak, sofa cantik  yang tersedia tampak terisi penuh oleh manusia dari berbagai type,  orang tua, anak muda, pria dan wanita. Entah ada apa di malam itu, mungkin ada seseorang yang sedang berulang tahun? Sayangnya rasa penasaran yang berkelindan dan mulai merasuki fikiran harus saya kesampingkan, langkah kaki saya arahkan ke meja front office yang berisi dua wanita dengan senyum ramah menghiasi wajah.
“Lantai 3 (tiga) ruang 29 pak” , ucap salah satu front office ketika saya bertanya perihal dimana tepatnya rombongan  petinggi Blue Bird Lombok (Lombok Taksi) berada. Setelah mengucapkan terima kasih, kaki ini kembali melangkah, menaiki tangga. Kesan mewah dan berkelas hadir dari tampilan berbagai ornamen yang terlihat. Alunan suara musik dan orang yang bernyanyi terdengar dari beberapa ruangan yang tersedia.

Saya pun tiba di ruangan tujuan, seorang rekan tampak sedang asik bernyanyi, sementara di sofa yang lain 3 (tiga) orang pejabat Lombok Taksi pun telah tampak hadir. Setelah beramah tamah sebentar, saya pun duduk di salah satu sofa yang telah disediakan. Sembari menunggu kelengkapan orang-orang yang datang, saya kembali mengamati detail yang ada . Cozy n Homy, ini yang saya rasakan saat mulai mengamati satu persatu detail yang ada. Dalam ruangan berukuran lebih dari 3x8 tersebut, terdapat lebih dari 5 (lima) sofa berukuran panjang berbentuk letter U, 2 (dua) Layar LED, sound system yang cetar membahana, dan pencahayaan yang tidak membuat sakit mata. Sungguh, ruangan ini akan membuat kita betah berlama-lama menghabiskan waktu di sana. Selain ruangan yang membuat nyaman, tempat ini juga memiliki ragam menu makanan dan minuman, dengan cita rasa yang sungguh menggugah selera. Ah, semakin betah saya rasanya.

Inul Vista Lombok, itulah nama tempat yang saya kunjungi bersama beberapa rekan blogger n wartawan ekonomi, sebuah tempat karaoke keluarga yang dimiliki oleh salah satu pedangdut wanita terkemuka di Indonesia. kami berkesempatan menjadi saksi penandatanganan kerjasama antara pihak inul vista Lombok dan Lombok Taksi /  Blue Bird Lombok.
Waktu terus berjalan, pihak yang berkepentingan satu persatu kembali berdatangan memasuki ruangan, mulai  dari rekan wartawan ekonomi hingga pejabat Lombok Taksi. Selang beberapa menit kemudian salah satu tokoh utama yang ditunggupun akhirnya hadir, Lalu Muhammad Syafi’i namanya, beliau adalah manajer dari Inul Vista Lombok. Dalam sambutannya beliau menyatakan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak Blue Bird Lombok terkait dengan kesepakatan ini, dan ybs juga merasa terkesan karena dari beberapa MoU yang sudah dijalani, MoU dengan Lombok Taksi inilah yang paling meriah pelaksanaannya. Kesepakatan yang berkesinambungan, tidak berhenti di tengah jalan. Itulah kata kunci dari apa yang disampaikan oleh Manager Inul vista ini.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Amir Muslim selaku pimpinan Blue Bird cabang Lombok juga menyampaikan bahwa kerja sama tidak akan berhenti sampai sini, baik itu kerja sama dengan Inul Vista maupun pihak lain, inovasi akan terus dilakukan demi kepuasan masyarakat/pelanggan.

Lalu, apa sebenarnya yang di dapatkan oleh masyarakat dan pelanggan dari MoU ini, dan bagaimana caranya?
Melalui kerja sama ini apabila masyarakat/konsumen ingin mengunjungi Inul Vista Lombok bisa mendapatkan diskon sebesar 15 % dengan cara:
  1. Unduh aplikasi My Blue Bird 
  2. Gunakan aplikasi tersebut untuk menuju lokasi inul vista
  3. Tunjukkan riwayat perjalananmu (dalam aplikasi tersebut) ke resepsionis atau tempat pembayaran.
Bagaimana, cukup mudah bukan?
So, apa lagi yang ditunggu? Segera download applikasinya, gunakan and met have fun !!!
  

Sunday, September 24, 2017

Rehat Sejenak di Lombok Elephant Park, Hari Libur Sang Gubernur


Anak perempuan itu terlihat malu-malu dikerumuni oleh banyak orang, tangan mungilnya tak pernah lepas menggenggam tangan orang tuanya. Terkadang rasa takut pun terpancar dari sorot matanya, sesekali rasa penasaran muncul, itu tampak dari bahasa tubuh, tangannya berusaha untuk menyentuh setiap mahluk Tuhan yang tampak asing di matanya. Khadija Hibbaty Majdi, itulah nama anak perempuan tersebut, buah hati hasil pernikahan Dr. H. Zainul Majdi, MA atau biasa yang akrab disapa TGB dan Hj. Erica Zainul Majdi.
Sabtu, 23 September 2017 bertempat di Lombok Elephant Park Kabupaten Lombok Utara, kami  berkesempatan mengikuti aktvitas liburan orang nomor satu di Provinsi NTB ini, berawal dari informasi yang kami peroleh dari sebuah perusahaan moda transportasi terkemuka (Blue Bird Lombok/Lombok Taksi) bahwa sang gubernur ingin mengunjungi kebun binatang yang belum setahun dibuka. Bagaimana caranya Blue Bird mendapatkan info? Ini semua bermula dari Memorandum of Understanding antara pihak Blue Bird dan Lombok Elephant Park, maka di sanalah kami berada, mengikuti  setiap aktivitas hari libur yang dilakukan oleh keluarga bahagia ini. Begitu menuruni pintu masuk  Lombok Elephant Park, rombongan disambut dengan penampilan burung-burung yang bertengger dengan elok di dahan pepohonan. Terdapat beberapa jenis burung yang bertengger, mulai dari kakak tua putih, kakak tua hitam hingga burung nuri.

Bagong, sebuah nama yang disematkan untuk seekor burung kakak tua yang berasal dari Papua. Paruhnya tajam melengkung ke bawah, warna dominan hitam, dengan sedikit merah sebagai corak, burung ini ternyata jinak. Burung tersebut berusia 18 tahun, dan ternyata umur tersebut tergolong masih muda (kecil) bagi kakak tua jenis ini, karena dari info yang di sampaikan kepada kami, burung ini dapat mencapai usia hingga 150 tahun. Wow, sesuatu yang luar biasa bagi saya pribadi untuk ukuran seekor burung. Pada kesempatan ini, TGB dan keluarga menyempatkan diri untuk berfoto dengan burung-burung yang ada.  

Setelah puas berfoto, TGB melanjutkan perjalanan dengan melihat dan memberikan makan secara langsung kepada beberapa ekor Gajah, hewan berbobot sekitar 1 (satu) Ton  yang menjadi ikon di tempat ini. Takut-takut pada awalnya, si kecil Khadija akhirnya terlihat antusias memberi  makanan  kepada gaja-gajah  tersebut.  
FYI, Lombok Elephant Park  memilki 4 (empat) ekor gajah, 1 jantan dan 3 betina. Untuk mendapatkan izin pemeliharaan gajah ini ternyata tidaklah gampang, izin harus di tandatangani pejabat sekelas Dirjen, bila gajah tersebut dipindahkan antar kebun binatang. Apabila Gajah tersebut dipindahkan dari alam ke kebun binatang, maka izin pemindahan harus di tandatangani oleh Menteri terkait. Lain lagi apabila gajah dipindahkan ke luar negeri, maka izin harus ditandatangani langsung oleh Presiden, itupun status gajah hanya dipinjamkan. Baiklah, sekian sekilas infonya, kembali ke bahasan utama.

Seusai memberi makan gajah, rombongan kembali berjalan, sembari mengamati  beberapa burung yang bertengger dengan anggun, mulai dari Pelikan, hingga Burung Hantu, langkah kaki tertuju ke tempat orang utan berad., Valent, itulah nama orang utan tersebut, setelah berbincang dengan pelatihnya, TGB dan keluarga kembali melakukan sessi foto. Hal lucu terjadi ketika hewan tersebut berusaha menarik perhatian dengan mengulurkan tangannya kesana kemari, raut wajah Ibu  Hj. Erica terkadang berjengit ngeri dan meminta perlindungan suami. Ah, sungguh moment yang romantis sekali, membuat hati ini pun menjadi iri, dan berfikir, kapankah saya bisa merasakan kebahagiaan seperti ini, semoga lara segera tersudahi. #nasibjomblofisabilillah 

Selepas itu, Pak Ketut Suadika beserta istri selaku pemilik tempat ini kembali mengajak rombongan untuk melihat-lihat koleksi hewan yang ada, mulai dari berbagai jenis burung, rusa, buaya, simpanse, ular dan iguana. Amazing, itu yang dapat saya pikirkan, untuk tempat yang baru dibuka, Lombok Elephant Park sudah memiliki berbagai macam hewan. Hanya dengan mengunjungi satu tempat dengan luas sekitar 3,5 Hektare yang terletak di Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung ini, kita dapat menyaksikan dan berfoto ria dengan hewan-hewan yang belum tentu bisa kita lakukan di tempat lain.

Ada kabar gembira bagi kalian yang penasaran ingin berkunjung. Untuk bulan ini, Lombok Elephant Park  memberikan diskon khusus bagi masyarakat Lombok, diskon tiket masuk sebesar 25%  dari harga tiket Rp. 100.000,- diberikan kepada mereka yang memiliki KTP dengan alamat Lombok.
Terkait dengan MoU antara  Blue Bird Lombok dan Lombok Elephant Park (cek link ini), bagi mereka yang ke lokasi menggunakan Lombok Taksi, dan memesan melalui aplikasi My Blue Bird, maka dengan menunjukkan riwayat perjalanan, kita mendapatkan sebesar 15 % untuk tiket masuk. Jadi kapan lagi, ayo berkunjung, ajak keluarga untuk mengunjungi dan menambah wawasan kita tentang ragam fauna yang ada, dijamin kalian terpesona. Oh iya, bagi yang ingin tahu keseruan kegiatan imi, dapat juga melihatnya melalui rekaman video dan gambar melalui link ini. DANKE

berfoto bersama TGB








Sunday, September 17, 2017

Lombok Taksi (Blue Bird) dan Sebuah Sinergi

Zoon Politicon, itulah pernyataan Aristoteles mengenai hakikat manusia dalam hidup, bahwa sejatinya manusia itu merupakan mahkluk sosial, artinya mereka tidak dapat hidup sendiri tapi harus berdampingan dengan manusia lainnya. Karena manusia sewaktu-waktu akan membutuhkan bantuan dari orang lain dalam menjalankan hidupnya. Salah satu contohnya yaitu jika ingin mencapai suatu tujuan tertentu manusia akan saling bekerja sama untuk mencapainya. Kerja sama bisa dilakukan dengan orang lain yang ada pada lingkungan sekitar. Misalnya orang orang yang ada di sekolah, lingkungan masyarakat, di perusahaan dan lain-lain. Tentunya kerja sama bisa terbentuk karena adanya kepentingan yang sama salah satunya kepentingan untuk mencapai suatu tujuan.
Lalu apakah yang dimaksud dengan kerja sama?

Kerja sama adalah suatu pekerjaan yang di kerjakan oleh dua orang ataupun lebih untuk mencapai tujuan atau target yang sebelumnya telah direncanakan dan disepakati bersama. Atau kerja sama dapat diartikan sebagai tindakan-tindakan dalam pekerjaan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan dan demi keuntungan bersama.
Biasanya dalam sebuah perusahaan atau lembaga-lembaga, kerja sama tim telah menjadi sebuah kebutuhan untuk mewujudkan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Kerja sama tim akan menjadi suatu dorongan sebagai energi maupun motivasi bagi setiap individu yang tergabung dalam sebuah tim kerja. Jika kerja sama tim dapat berjalan dengan baik, maka kelancaran berkomunikasi maupun rasa tanggung jawab pada setiap individu yang ada di dalam tim kerja akan terbentuk. Selain yang disebutkan di atas, kerja sama dapat juga dilakukan oleh suatu perusahaan/lembaga dengan perusahaan/lembaga lainnya.
Terkait dengan hal tersebut, ada hal cerdas yang dilakukan oleh salah satu perusahaan moda transportasi yang ada di Lombok, Blue Bird Lombok (Lombok Taxi), itulah perusahaan tersebut, perusahaan moda transportasi yang terbukti dan teruji selama puluhan tahun. Setelah sebelumnya melakukan kerjasama dengan beberapa gerai makanan yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di Mataram, Blue Bird Lombok kembali melakukan kerja sama dengan beberapa rumah makan yang ada d Mataram.
Kamis 14 September 2017, saya berkesempatan untuk menyaksikan sebuah momen kerja sama yang dilakukan oleh perusahaan ini. Bertempat di Pusat oleh-oleh Sasaku, yang berlokasi di Kecamatan Batu Layar - Senggigi, dilakukanlah kerjasama antara Blue Bird Lombok dengan Sasaku. Penandatanganan itu sendiri dilakukan di Lantai 2 (dua) pusat oleh-oleh tersebut yaitu Sasaku Resto.

Dalam sambutannya, Bapak Amir Muslim selaku Kepala Cabang Blue Bird area Lombok menyatakan bahwa dengan armada sejumlah 378 unit, Blue Bird Lombok siap melayani pengguna jasa dengan maksimal. Hal yang menarik adalah, Setiap kerja sama yang dilakukan oleh Blue Bird dengan tenant apapun, itu berarti Blue Bird telah memanjakan pengguna jasanya  yaitu dengan memberikan diskon 10 %  atau lebih (tergantung kerja sama yang dilakukan dengan tenant tersebut), dari nilai belanja yang dilakukan oleh konsumen. Diskon tersebut dapat diperoleh konsumen dengan cara menunjukkan transaksi setiap menggunakan layanan Blue Bird (Lombok Taksi) melalui aplikasi My Blue Bird yang bisa langsung anda unduh dengan mengklik link ini.

General Manager Sasaku  sendiri mewakili pemiliknya menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat penting, dan berharap bahwa hal ini dapat meningkatkan jumlah pembelian yang ada. Mengusung tema One Stop Shopping, Sasaku juga memanjakan konsumen dengan adanya Sasaku Resto di lokasi yang sama. Konsumen akan dimanjakan lidahnya dengan beragam menu yang disajikan.
Bagaimana Guys, kerenkan Blue Bird Lombok?
Makanya buruan unduh aplikasinya, dan gunakan dalam setiap perjalananmu, banyak manfaat yang akan kamu peroleh pastinya. Jangan lupa ya J .


Thursday, September 14, 2017

BANGGA MENJADI INDONESIA


Puluhan pantai indah berpasir putih dengan bentangan lansekap perbukitan yang menawan, pulau-pulau kecil, air terjun elok, Gunung Rinjani dengan danau segara anak  yang menggairahkan. Ya, itulah Lombok, sebuah pulau mempesona dengan  julukan pulau seribu masjid yang pada kurun waktu belakangan menjadi sorotan karena kemenangannya di ajang penghargaan wisata halal dunia. Belum lagi ragam budaya mulai dari Presean, Lebaran Adat, Maulid Adat dan Nyongkolan, siapapun pastilah akan terpesona.

Patut banggakah kita yang berdomisili?

Iya, itu pasti, bangga menjadi masyarakat Lombok sejatinya harus terpatri dengan segala karunia Allah SWT, sungguh patut hal itu kita syukuri.

Kita beralih ke timur, di sana terletak pulau Sumbawa, sebuah pulau dimana terkandung emas di dalamnya. Bukan hanya itu saja, di sana ada Pulau Moyo, pulau yang pernah dikunjungi Lady Diana untuk berwisata. Semakin ke timur, kita akan berjumpa dengan Gunung Tambora, gunung dengan letusan yang mengguncangkan dunia, debu letusannya menutupi mulai dari Benua Asia, Eropa hingga Afrika. Semakin ke timur, tepat di ujung pulau, di sana terletak Bima, Dana Mbojo Dana Mbari yang berarti tanah keramat, tanah penuh misteri , persinggahan transportasi dunia pada zaman dahulu kala.

Gabungkanlah dua pulau tersebut, maka jadilah Nusa Tenggara Barat, sebuah provinsi dengan 3 (tiga) suku asli di dalamnya (Sasak, Samawa, Mbojo), hidup rukun tepa slira. Provinsi yang kaya, bukan hanya karena sumber daya alamnya, tapi juga sumber daya manusia. Banggakah saya dengan NTB?

Ya, tentu saja saya bangga, apalagi provinsi ini memiliki pemimpin yang mumpuni, bukan hanya dalam hal duniawi, tapi juga ukhrowi.

Kita semua mahfum pastinya, bahwa Provinsi NTB terletak di Indonesia, sebuah Negara Kesatuan yang membentang mulai dari timur Sumatra sampai barat Papua, dengan beragam bahasa, budaya, suku bangsa dan agama. Negeri dengan tanah subur, dimana tongkat kayu dan  batu pun  jadi tanaman. Negara kepulauan dengan sumber daya alam yang berlimpah, yang kekayaannya pernah menjadi buah bibir dunia, hingga membuat kita terjajah tiga setengah abad lamanya.

Banggakah kita dengan Indonesia?

Ya, tentu saja. Negeri ini layaknya surga, apa yang kita inginkan tersedia. Lalu cukupkah semua hanya dengan berbangga? Tentu saja tidak, ada hal-hal yang harus kita pelihara, jaga dan rawat, jangan biarkan siapapun yang berniat jahat. Kita harus bersatu, abaikan perbedaan pandangan, agama maupun suku, untuk membuat Indonesia maju.

"Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba flashblogger dengan tema bangga Lombok, bangga NTB, bangga Indonesia, yang di selenggarakan oleh kemkominfo pada hari Jum'at 15 September 2017 dalam acara workshop Flash Blogging  dengan tema Bijak Bermedia Sosial".