Monday, October 24, 2016

Arti Penting Sebuah Pendidikan

*Salam Hangat Mentari Pagi*


Ba'da subuh, surya belum lagi menampakkan sinarnya, hanya semburat merah yang tampak, itupun sedikit terhalang oleh awan gumawan hitam. Udara dingin akibat hujan semalaman masih terasa menusuk kulit, namun dengan mengucap Bismillah, saya arahkan laju kendaraan ke arah timur menembus dinginnya Sabtu pagi, dengan bermodal tekad dan semangat, saya berangkat ke kawasan Hutan Wisata Sesaot Lombok Barat untuk mengikuti sebuah rangkaian kegiatan. 

Keberangkatan pagi buta itu sebenarnya tidak terlintas dalam bayangan, rencana awal adalah berangkat pada hari Jum'at sore, namun Allah SWT berkehendak lain, melalui titahNya kepada alam turunlah hujan lebat sore itu disertai gelegar petir yang sahut menyahut, hal yang membuat saya mengurungkan niat, menahan sementara semua hasrat yang terpendam di dada. 

Hasrat negative kah yang bersemayam itu? Tentu saja bukan, itu adalah hasrat untuk berbagi pengalaman, mencoba memotivasi diri kembali bersama 28 (dua puluh delapan) tunas muda yang akan tumbuh, berkembang dan mengguncang dunia (semoga)!


long march
Pendidikan Dasar (Dikdas) XVII, itulah nama rangkaian kegiatan tersebut. Dikdas merupakan kegiatan pokok dari unit kegiatan mahasiswa fakultas yang bernama FORJUST FH UNRAM. Dengan konsep acara indoor dan outdoor, kegiatan ini berusaha mengelaborasi hal - hal teoritis (indoor) ke dalam praktek (outdoor), dengan cara mendekatkan mereka kepada lingkungan (hutan) dan masyarakat sekitarnya,  yang diharapkan dapat meningkatkan kwalitas  kecakapan akademik dan kecakapan sosial para pesertanya.

Terkait dengan program Outdoor dalam sebuah pendidikan, banyak orang beranggapan buruk bahwa hal tersebut hanya sesuatu yang sia-sia (membuang waktu), tidak selaras dengan makna "pendidikan" yang sesungguhnya, hanya berupa ajang penyiksaan (balas dendam) dari senior, dan berbagai anggapan miring lainnya, tapi maaf hal ini tidak terjadi di sini, karena inti dari pendidikan ini adalah "to transform your knowledge to the other without being superior for another".

Pendidikan outdoor yang dilakukan kali ini adalah upaya untuk menyatukan isi dari 28 kepala (14 pria dan 14 wanita) yang berbeda untuk 1 (satu) tujuan yang sama. Tentu saja hal tersebut bukan hal yang mudah, apalagi mereka  (peserta) merupakan jiwa-jiwa muda yang masih memiliki rasa ke-Aku-an yang tinggi, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, saling menghargai beserta nilai-nilai positive lainnya. Semua rasa tersebut coba dibentuk secara perlahan dalam jiwa peserta melalui kegiatan sholat berjama'ah, makan bersama, permainan team building, mandi bersama dan lain-lain.



Daya kritis, kemandirian, rasa percaya diri, tekhnik berkomunikasi mereka dapatkan melalui diskusi-diskusi kecil. Melalui diskusi dengan tema sosiologi pedesaan, peserta dicoba untuk menganalisa segala hal yang terjadi di masyarakat, kemudian dari analisa peserta dicoba untuk mengumpan balik hingga terjadi diskusi yang terkadang memunculkan argumentasi-argumentasi yang terkadang liar namun tetap berdasar.
diskusi bersama Yunita dan Yayat

Apakah upaya-upaya di atas akan berhasil, baik untuk internal organisasi maupun bagi para peserta sebagai tambahan bekalnya di kemudian hari, tentu saja itu semua kembali ke diri mereka, setidaknya usaha awal telah dilaksanakan, dan pengawalan terhadap mereka sehingga tetap berada di jalur yang semestinya akan terus dilakukan. Selama mereka menjalankan semua proses dengan baik, sabar ,tekun dan bersungguh-sungguh maka keberhasilan hanya tinggal menunggu waktu. Karena hal tersebut adalah nyata, mereka yang pernah bernafas dalam organisasi akan jauh lebih survive. Peluang mereka berhasil jauh lebih besar dari mereka yang hanya sibuk dengan urusan akademis.
Yakinlah!

"Bila kau telah selesai mengerjakan suatu urusan, maka tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain (QS.94 : 7)"


*Salam Hangat Secangkir Kopi*



Friday, October 21, 2016

Upaya Nyata Hijaukan Halaman Utara

"Salam Hangat Mentari Pagi"

Masih terbayang di benak saya ketika salah seorang teman yang bernaung di bawah Perhimpunan Penempuh Rimba Gunung dan Konservasi Lingkungan (Pawang Rinjani), bahwa mereka akan membuat suatu program konservasi berupa penanaman bibit Pohon Flamboyan (Delonix Regia) dengan jumlah 10.000 bibit pohon, fikir saya saat itu:
 "Apa-apaan ini, tidak mungkin bisa, terlalu tendensius," yang intinya saya pesimis bahwa program tersebut dapat berjalan.

pengisian polybag
Semakin heran saya ketika penyediaan bibit telah terpenuhi, kemudian mereka malah merubah target program menjadi 40.000 bibit. "Gila, gak mungkin, pasti ini cuma bahasa hiperbolis  untuk memancing kehebohan" pikiran-pikiran negatif dan menyepelekan kembali hadir di benak saya. 


Mendapati terpenuhinya penyediaan 10.000 bibit bagi saya sudah merupakan hal yang luar biasa, bagaimana bila benar target 40.000 tersebut terpenuhi, ini akan menjadi program "mercu suar", apalagi pelaksana program tersebut hanyalah lembaga non pemerintah tingkat kabupaten (Lombok Utara) yang usianya belum lagi genap 1 (tahun), it's so amazing.


Jujur, rasa penasaran pun timbul di hati dan pikiran saya. Untuk menghilangkan rasa tersebut, dalam beberapa kesempatan saya coba mengunjungi sekretariat Pawang Rinjani yang beralamat di Jalan Raya H. Djohan Sjamsu Desa Segara Katon Kec. Gangga KLU untuk melihat berjalannya program ini. Lagi-lagi saya dibuat takjub dan terpesona pada saat bersamaan ketika melihat bagaimana semua usaha penyediaan bibit pohon ini dilakukan swadaya oleh anggota dibantu para relawan. 

penyemaian bibit

Perjuangan mereka dimulai dari tahap mencari  biji bunga flamboyan di seluruh pulau Lombok, memproses hingga siap semai, menyediakan media tanam, penyemaian hingga menghasilkan kecambah, dan

akhirnya menanam biji tersebut ke dalam polybag. Mungkin terbersit dalam pikiran sidang pembaca bahwa prosesnya tidak serumit yang dibayangkan, maaf anda salah, karena dalam setiap tahapan memiliki tingkat kerumitan masing-masing.
penanaman bibit

Hasil bincang-bincang saya dengan ketua Pawang Rinjani dan pengurus yang lain, langkah selanjutnya yang akan lembaga ini lakukan setelah proses penyediaan bibit adalah penanaman serentak yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Oktober 2016 bertempat di sekitar Tugu/Taman Lombok Utara ke arah timur hingga di Pantai Lekok Teluk Sedayu. Kemudian akan dilanjutkan dengan acara di Desa Tegal Maja Dusun Leong Tengah dan Hutan Leong Kec. Tanjung KLU pada tanggal 28-30 Oktober 2016. Dalam kesempatan ini mereka mengajak siapapun tanpa terkecuali untuk terlibat, baik dalam acara tersebut maupun dalam keberlanjutan program. Lembaga ini juga memiliki mimpi untuk dapat melanjutkan upaya konservasi hutan, minimal di area Lombok Utara. Menurut mereka hal ini baru dapat terlaksana jika terjalin sinergi yang baik antara pemerintah dan mereka.


Berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi NTB tahun 2015, dari luas hutan  1.071.722,83 hektar yang ada di Provinsi NTB, sekitar 50% merupakan lahan kritis dengan kata lain sudah parah, kerusakan ini terjadi akibat aksi pembalakan liar maupun perambahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Dari uraian data dan melihat fakta di lapangan tentang kondisi hutan yang ada dapat terlihat betapa makin rusaknya lingkungan ((hutan) kita, diperlukan tindakan segera untuk mengantisipasi dan menanggulangi apa yang sudah terjadi, sebab bila tidak maka kita sendiri yang akan merasakan akibatnya. "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar (QS. Ar-Rum:41)".

Sungguh, upaya yang dilakukan Pawang Rinjani patut diapresiasi,  karena dengan sendirinya akan menambah tegakan pohon yang ada, dan akan otomatis menambah area resapan air sehingga dapat mencegah terjadinya tanah longsor, menyerap buangan karbondioksida dan sekaligus memperindah ruang hidup dan kehidupan kita. 
http://pernikdunia.com/tentang-kami/


"dan tanamlah pohon itu
karena akan menjadi amal jariyahmu
setiap yang berteduh di bawahnya akan jadi kebaikan untukmu
siapa yang bernafas di sekitarnya akan menjadi kebaikan untukmu
ya, kebaikan untukmu!"

"Salam Hangat Secangkir Kopi"







Saturday, October 15, 2016

Wisata Terbaik Desa Bentek Lombok Utara

"Salam Hangat Mentari Pagi"

Bagaimana kabarnya sodarah2.? 
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah / Tuhan YME. Aamiin
Saya mohon maaf bila rentang waktu postingan ini dengan yang sebelumnya terpaut agak lumayan jauh (lebih dari 1 minggu), saya tahu sodarah2  tidak sabar menunggu postingan selanjutnya (mengaku sajalah). he, PD kan saya, saya mah memang begitu orangnya :p !

Terkait dengan lama posting, kenapa lama?karena memang  tidak bisa sebentar (apa coba) :p .
Yang jelas postingan ini baru sempat tayang karena terdiri dari beberapa potensi wisata.

Terus sodarah2 juga mungkin berfikir dan kepingin tahu (saya harap demikianlah adanya), kenapa postingan wisata saya yang pertama adalah tentang desa Bentek bukan yang lain,
karena saya sudah terlanjur jatuh hati pada desa ini, hohoho :D . 
Intinya adalah, desa ini punya segudang potensi yang masih sangat alami karena jarang dikunjungi, bila dikelola dengan baik, benar dan bertanggungjawab tentunya akan memberikan kemashlatan bagi umat!
Berikut ulasannya.. (baca sampai habis ya :D).


Nama Desa Bentek berasal dari nama tanaman yang tumbuh menjalar dan  mengitari pagar sekeliling Dasan atau Gubuk, oleh masyarakat setempat pada masa itu tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai shampo, sabun mandi dan sabun cuci. 
 Desa Bentek yang memiliki luas wilayah 3727,586 Ha dan penduduk sejumlah 9.333 jiwa ini terletak 5 Km dari Ibukota Kabupaten Lombok Utara, dan sekitar 40 km dari Ibukota Provinsi NTB (Mataram).
Berdasarkan agama yang dianut, masyarakat desa Bentek terdiri dari 3 agama yaitu: Islam 53,3%, Hindu 11,92%, Budha 34,68% (data desa saya peroleh dari website desa Bentek).

------------------------------

Baiklah, cukup basa-basi pembukanya.
Sekarang kita beralih ke menu utama,  yaitu beberapa potensi wisata yang ada di Desa Bentek Kec. Gangga Kabupaten Lombok Utara, yang antara lain:

eitsss, tunggu dulu !
For your information guys, jika sodarah2 ingin ke sana, sebelum menikmati indahnya desa ini ada baiknya mengunjungi sekretariat KPA Rimba Raya Bentek (sekret), kenapa begitu, apa harus?



Sebenernya tidak harus juga sih, tapi beberapa tempat yang akan dituju tidak memiliki papan petunjuk sama sekali, jadi agar  sodarah2 tidak nyasar, saya sarankan untuk beranjangsana dulu ke sekret mereka, ngupi-ngupi sambil bicara konservasi, reklamasi, abrasi, revolusi, dan semua yang berakhiran si, sebelum menikmati alam raya ciptaan Tuhan YME. Mereka baik2 kok, tidak menggigit, dan akan dengan ikhlas mengantarkan selama mereka tidak sedang sibuk (saya sarankan untuk membuat janji terlebih dulu). Di sekret ini sodarah2 akan bertemu bro Muhlis (Ketua) & Jagat (Sekretaris) yang baik hati, jujur dan tidak sombong namun sayangnya jarang mandi, hehe (piss).
Satu hal lagi kenapa saya sarankan untuk mampir ke sekret ini karena patokan waktu yang dibuat dalam postingan ini adalah patokan waktu berangkat dari sekret alias WITABSB (Waktu Indonesia Tengah Bagian Sekret Bentek) :D



= OK Guys, Selamat Menikmati =



*Local wisdom from Vihara Giri Metta Bhavana & Buani Forest









Sebelum mengunjungi wisata alam, ada baiknya sodarah2 mengunjungi tempat yang satu ini biar bisa menambah wawasan sedikit.  

Vihara ini terletak di dusun Buani desa Bentek, jarak yang ditempuh dengan menggunakan motor dari sekret ke lokasi sekitar 5 menit.

Ada beberapa hal menarik di tempat ini, yaitu: 
Kentalnya perpaduan budaya Islam dan Budha, hal ini ditandai dengan adanya bedug dan lonceng disisi kiri dan kanan bangunan vihara, tepat di sebelah vihara (masih dalam area yang sama) terdapat hutan kecil. Ada cerita menarik tentang hutan ini, kebetulan ketika mengunjungi tempat ini saya melihat salah satu pohon sudah dalam posisi tumbang dan dibiarkan begitu saja/belum diberdayakan atau dipindahkan, saya pun bertanya kepada sodara Muhlis kenapa pohon tumbang tersebut belum disingkirkan/pindahkan, dan Muhlis menjawab: "woooo keppoooooo, wkwkwkwk" (maaf bercanda sedikit). :)


Sebenernya begini jawabannya, ternyata untuk memindahkan pohon tumbang tersebut diperlukan suatu musyawarah oleh seluruh umat Budha yang ada (tidak hanya umat Budha yg ada di desa Bentek) melalui perwakilan masing-masing, setelah disepakati peruntukkan pohon tumbang tersebut, barulah pohon tersebut dipindahkan. jujur saat itu saya langsung termenung, terkesima dan terpesona dengan mulut menganga. :O
Takjub saya, betapa mereka menjalankan kearifan lokal dengan sangat, bagaimana mereka menjaga keharmonisan dengan alam.
Sungguh saya merasa terharu, dan miris pada saat yang sama ketika membayangkan di suatu tempat entah dimana, ada orang-orang atau pihak tertentu yang melakukan penggundulan hutan tanpa peduli apapun, mereka lupa bahwa hutan harus dijaga dan tetap terpelihara.!
"terkadang di situ saya merasa sedih,hikssss (tisu, mana tisu?)".  :(

----------------------------------------------

"bagaimana sodarah2 masih mau digoyang?"
maaf bila sodarah2 dewan pembaca agak bored dengan gaya penulisan di atas, seperti kata orangtua (bukan merk jamu), untuk hal-hal yang serius kita tidak boleh main-main, namanya aja serieus, he.
Baiklah, untuk mempersingkat waktu, tanpa berpanjang kali lebar sama dengan luas, sekarang kita masuk edisi fun."

*Legend of Temponan Saong Waterfall
kerenkan gambarnya?
udah begitu saja, bagian ini tanpa ulasan, haha.  :D

Lanjuttt!
menurut cerita rakyat, konon air terjun ini adalah tempat pertempuran antara dua ekor tuna (tune) atau biasa kita kenal dengan nama moa (belut berkuping) berukuran raksasa, oleh karena itulah masyarakat setempat menamakan tempat ini temponan saong, temponan berarti telaga dan saong  artinya bertempur/bertarung.

Untuk menuju air terjun dengan tinggi sekitar 9 meter ini ada dua pilihan jalur, yang pertama dengan meniti pipa air milik PLTA di atas bendungan sepanjang 300 meter, dan yang kedua melalui kebun milik masyarakat, dimana kedua jalur ini akan bertemu di jembatan cantik yang merupakan spot lompat (data diambil dari buku waterfall journey "created by: Begawan air terjun Ari Garmono"), tapi mohon maaf saya tidak sepakat dengan istilah jembatan cantik, karena saat saya ke lokasi kondisi air di bawahnya sedang keruh, jadi saya tidak jadi melompat. :p
Saya yakin sodarah2 bertanya-tanya, berapa lamakah waktu tempuh dari sekret menuju air terjun? baiklah saya akan coba menjawab-jawab.
kadang2 waterfall
Pada dasarnya waktu tempuh tergantung dari kita, jika kurang kerjaan memilih berjalan dari sekret menuju air terjun maka akan menghabiskan waktu kurang  lebih 3 jam untuk sampai (prediksi asal tebak :p), namun bila kita memilih ngesot bisa makan waktu 4 hari, itupun kalau tidak dibawa ke poskesdes akibat bagian belakang tubuh sodarah2 lecet dan beset :p (maap saya tidak berani menyebut pantat), haha, tidak lucu kan? :D
Oke serius!
Bila menggunakan motor maka waktu yang ditempuh sekitar 20 menit, dalam perjalanan jika sodarah2 beruntung maka dapat melihat air terjun kadang-kadang (karena hanya ada ketika musim penghujan :D).
terus apakah setelah perjalanan 20 menit pakai motor  kita langsung sampai di air terjun? tentu saja belumlah, kita baru sampai tempat parkir motor, setelah itu baru kita berlelah-lelah jalan kaki  selama sekitar 30 menit, mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra bersama teman bertualang #ninjahatori :D
intinya harus berlelah-lelah dulu, inget "di balik kesulitan ada kemudahan (keindahan)".
Yang jelas selama 30 menit tersebut kita akan melewati perkebunan warga, setelah itu baru kita memasuki hutan dan menyusuri sungai dengan jarak sekitar 1,5 km.


Temponan Saong merupakan air terjun yang masih alami, ini bisa dilihat dari tidak adanya sampah, besyukur saya akan hal tersebut.!

menikmati kicau burung dan deru air terjun
meresapi keheningan
bersatu dengan alam
sungguh,
nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan

-----------------------------------------------------

* Journey to Temponan Lokok Lesong



Selama bersilaturrahim dengan beberapa airterjun yang ada di Lombok, tempat ini menjadi salah satu spot favorit saya. Selain bentuk air terjun yang keren dan lumayan tinggi (sekitar 40 meter), trek yang saya tempuhpun cukup mengasyikkan.
Melewati kebun, hutan dan menyusuri sungai (tidak mendaki gunung lewati lembah). :D
Bersyukur perjalanan kali ini  saya lakukan tidak hanya berdua dengan bro Muhlis, ada 3 tambahan makhluk Tuhan yang untung saja bukan gaib, sebut saja mereka Yadi, Defa n Linda (memang nama sebenarnya).

Muhlis, Defa, Yadi dan Linda
Untuk mencapai air terjun ini dibutuhkan waktu sekitar 20 menit (memakai motor), setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 30 menit (kecuali kalau kita selfie atau wefie tiada berhenti :D).


Hal yang menarik dari perjalanan ini adalah ketika kita menyusuri sungai, karena kita akan menjumpai beberapa air terjun dengan tinggi antara 3 sampai 6 meter sebanyak 3 biji (entah bijinya siapa :p).
usaha Yadi dalam rock climbing
Diperlukan usaha yang lumayan melelahkan menuju air terjun utama, karena jalur yang dilalui menerabas semak belukar, melipir di sisi air terjun kecil, atau terkadang dengan sedikit rockclimbing. Semua usaha tersebut menjadi  tidak ada artinya ketika mencapai air terjun tujuan. Hanya bahagia dan puas yang terasa ketika dapat menikmati suasana tenang, hening dan indah yang kita dapatkan.
Namun sayangnya hujan mulai turun, sehingga kami putuskan untuk tidak  berlama-lama menikmati serpihan surga ini.


Sama seperti Temponan Saong, Temponan Lokok Lesong merupakan air terjun yang masih alami, ini bisa dilihat dari tidak adanya sampah, besyukur saya akan hal tersebut.!

 nyanyian kumbang
 melodi gesekan daun
 gemericik air
 harmoni suara alam.., 
sungguh,
 nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan

---------------------------------

"terima kasih untuk sodarah2 yang masih setia membaca, yang langsung close karena bosen pun tetap saya ucapkan terima kasih walaupun dengan sedikit rasa dongkol. hihi
tapi saya berharap semoga tidak membosankan."

*Menikmati air di sungai Bentek

Setelah sodarah2 menikmati indahnya air terjun dan menambah wawasan melalui Vihara Buani, ada baiknya sodarah2 melepas lelah di sungai Bentek, sungai ini merupakan gabungan dari dua aliran air terjun pada ulasan di atas. 
Untuk mencapai sungai ini sodarah2 tidak perlu repot berkendara, cukup dengan berjalan kaki, karena memang lokasi sungai terletak tidak jauh dari sekretariat KPA.
Di sungai ini sodarah2 dapat melakukan aktivitas berenang, mengapung dengan ban, atau 
memacu adrenalin dengan melakukan aksi terjun bebas dari ketinggian sekitar 4-5 meter.
Dengan air jernih dan kesegaran (cenderung dingin) yang luar biasa, maka segala lelah akan terhapus. 
Semoga :D
ga ada sampah plastik guys
Segarnya air
Bentang hijau perbukitan
Birunya langit
Sungguh, 
nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan

------------------------------------

Huufffhhh. 
Finally it's done.
Thanks, semoga berkenan...

"Salam Hangat Secangkir Kopi"

nb: - 4 (empat) destinasi di atas dapat sodarah2 laksanakan dalam waktu 2 hari 1 malam
      - BAWA PULANG SAMPAH KALIAN YA :D









Sunday, October 2, 2016

Nasi Balap nasibmu kini

...salam hangat mentari pagi...

Akhirnya berani juga saya coba mengaktualisasikan diri lewat tulisan, trims tuk ustadz #radjatahu atas supportnya smoga produk radjatahu smakin digemari, mengglobal dan go publik :) (endorse dulu, jangan lupa tahu gratisnya ustadz :D)
Aamiin Yaa Rabb.

Mungkin sodarah2 sebangsa setanah air (sedunianya nanti dulu) pada bertanya-tanya dan berseru-seru kenapa postingan pertamanya kok tentang nasi/makanan, bukankah blog ini tentang info pariwisata di NTB? maap sodarah2 anda salah :D , harapan saya blog ini nantinya akan memuat bermacam-macam postingan (insya Allah), bukan hanya melulu tentang info wisata, walaupun scara garis besar tetap akan mengedepankan sisi pariwisata NTB, penasarankan.?
makanya pantengin terus update postingan saya ya.(ngarep.com) :D

Baiklah sodarah2, mari kembali ke pertanyaan awal.
kenapa postingan pertama tentang nasi.? 
dan, jawabbbbbannya, adalah:
1. Makanan utama kita adalah nasi (kalo daun brarti sodara sekalian termasuk golongan ulet atau belalang);
2. Postingan ini dibuat pagi-pagi;
3. Agar siap beraktivitas kita harus sarapan dan kebetulan sarapan saya  nasi balap (nasib anak kos, hiks);
4. Saya ingin memurnikan kembali istilah nasi balap yang berkembang di masyarakat (betapa mulianya tujuan ini, haha apa coba).

Bagi mereka yang berada di luar kota Mataram (Lombok), mungkin bertanya, “kenapa namanya nasi balap, nasinya balapankah.? 
Ya, tepat skali, jawaban kalian benar, maksud saya benar2 salah. he

Ketika pertama memakannya saya pun bertanya, maksudnya apa nih nasi balap.? 
Yang ada dipikiran saat itu adalah:
1. Makannya harus balapan, terus yang kalah harus bayar (dengan kondisi kekinian sy pasti kalah, hiiksss);
2. Makannya sambil adu balap lari (yang ada keselek nantinya :p).
Dlm kondisi bingung dengan filosofi dari nama nasi balap tersebut, saya pun bertanya kanan kiri depan belakang atas bawah serong kanan serong kiri balik kanan langkah tegap maju jalan, namun pertanyaan tersebut tak kunjung mendapat jawaban. 
Didera rasa penasaran atas hakikat nama nasi balap ini, saya kembali bertanya ke timur ke barat selatan ke utara, walhasil saya pun mendapatkan jawabannya, Alhamdulillah ya, sesuatu.! Saya berhasil mewawancarai seorang pedagang nasi balap, untuk menjaga privacy si abang maka saya sepakat merahasiakan identitas ybs (sebut saja kumbang), he.
kalo boleh jujur penamaan kumbang ini karena saya lupa kenalan dan bertanya namanya si abang inih :p .
Menurut Bang Kumbang (BK), nasi balap mulai hadir di kota Mataram sekitar tahun 1980an dengan sentra produksi di wilayah Kelurahan Otak Desa Ampenan, target utama dari pedagang nasi balap ini adalah anak kos yang tersebar mulai dari Kelurahan Pejeruk, Dasan Agung, Gomong hingga Kekalik.
Konon ceritanya, untuk menemui pembeli para pedagang nasi balap ini berlomba-lomba (balapan) mengayuh sepeda onta (ontel) mereka masing2, percaya ga percaya, itulah hal-ihwal asal penamaan nasi balap ini.
Pada akhir 1998, tahun ketika saya mulai menetap di Mataram (ga nanya kan. he), harga perbungkus nasi balap masih dikisaran Rp.750 - Rp.1.000, sekarang harganya berada di kisaran Rp.4.000,- Rp.5.000, untuk yang saya makan kali ini, dengan harga Rp.5.000 saya mendapatkan nasi, krupuk dan segelas air mineral. Terkait dengan kenaikan harga, saya gagalfaham kenapa harganya bisa naik, harusnya ditetapkan aja ya harganya tetap selamanya dikisaran Rp.1.000,- :p

Usually, nasi balap memiliki dua pilihan: nasi putih atau nasi kuning, sedangkan menu dari nasi balap ini biasanya sama (mirip dengan nasi segokucing Jogja atw nasi jenggo Bali)  yaitu :
- ayam suir seiprit
- tempe orak arik seuprit
- tumis kacang panjang seucrit
tetapi saya pribadi bersyukur dengan keminimalisan nasi ini, karena bukankah ada hadits yang mengatakan, makanlah setelah lapar dan berhentilah sebelum kenyang. :D

Terkait dengan permasalahan pelabelan nama nasi balap ini, menurut hemat saya yang susah sekali berhemat, dengan ciri khas yang tersebut di atas, idealnya nasi balap ini dijadikan maskot makanan murah meriah gak pakai muntah dan halal di Mataram, tapi permasalahannya adalah banyak PKL2/warung nasi yang melabeli nasi dagangan mereka dengan nama nasi balap, belum lagi ada pihak (oknum) yang memproduksi salah satu kuliner Lombok yang terkenal dengan tingkat kepedasannya ikut-ikutan melabeli diri dengan nama nasi balap yahanu., maksudnya apa.? #gagalpaham, dan dampak dari itu semua adalah makin sedikitnya pedagang nasi balap (biasanya menggunakan sepeda ontel) yang berseliweran, dan di situlah saya merasa sedih.
hiksssss.

...salam hangat yang berubah jadi panas karena hari mulai siang...

Best Regard

catatan penulis:
huuufffhhhhh, cape jg ya mencet2 keyboard. 
jadi kesimpulan dari postingan ini adalah ga ada kesimpulan, silahkan sodarah2 menarik kesimpulan sendiri :)

Thursday, September 29, 2016

*salam hangat2 kuku :D

Preambule:

Kikuk jg ya, dulu sy buat blog karena tuntutan pekerjaan, isinya mlulu tentang hal yang sama, sekedar copy paste, itupun ga ada yg baca. 
hehe (tertawa walau hati menangis),
terus tiba-tiba, pada suatu hari saya bertemu teman-teman yg menginspirasi saya untuk membuat blog ini dengan tujuan membantu promo potensi2 wisata yang ada di Provinsi NTB, n finally its done.
Jadilah blog asal jadi ini :D

anyway, pasti pada bertanya  kenapa judul blognya serpihan surgaku, haaahhh., gak ada yang nanya! nanya dong (maksa mode_on).
tapi EGP ajalah, ditanya atau enggak saya bakal tetep jelasin :)


jadi begini.!
iya begini, bukan bgitu :D
(garingkan) he

ok srius, kenapa namanya serpihansurgaku  karena saya brharap apapun yg akan saya posting nantinya semoga akan berbuah surga di dunia n akhirat, baik itu untuk saya atau kita semua.
Aamiin (bantu Aamiinin dong).

that's all


best regard


*salam kukunya udh ga hangat lagi :p* 


lokasi foto: Tiu Sekeper Desa Santong Kabupaten Lombok Utara
model : siapa mungkin :p