Monday, October 24, 2016

Sebuah Surat Tanpa Alamat

*Salam Hangat Mentari Pagi*


Ba'da subuh, surya belum lagi menampakkan sinarnya, hanya semburat merah yang tampak, itupun sedikit terhalang oleh awan gumawan hitam. Udara dingin akibat hujan semalaman masih terasa menusuk kulit, namun dengan mengucap Bismillah, saya arahkan laju kendaraan ke arah timur menembus dinginnya Sabtu pagi, dengan bermodal tekad dan semangat, saya berangkat ke kawasan Hutan Wisata Sesaot Lombok Barat untuk mengikuti sebuah rangkaian kegiatan. 

Keberangkatan pagi buta itu sebenarnya tidak terlintas dalam bayangan, rencana awal adalah berangkat pada hari Jum'at sore, namun Allah SWT berkehendak lain, melalui titahNya kepada alam turunlah hujan lebat sore itu disertai gelegar petir yang sahut menyahut, hal yang membuat saya mengurungkan niat, menahan sementara semua hasrat yang terpendam di dada. 

Hasrat negative kah yang bersemayam itu? Tentu saja bukan, itu adalah hasrat untuk berbagi pengalaman, mencoba memotivasi diri kembali bersama 28 (dua puluh delapan) tunas muda yang akan tumbuh, berkembang dan mengguncang dunia (semoga)!


long march
Pendidikan Dasar (Dikdas) XVII, itulah nama rangkaian kegiatan tersebut. Dikdas merupakan kegiatan pokok dari unit kegiatan mahasiswa fakultas yang bernama FORJUST FH UNRAM. Dengan konsep acara indoor dan outdoor, kegiatan ini berusaha mengelaborasi hal - hal teoritis (indoor) ke dalam praktek (outdoor), dengan cara mendekatkan mereka kepada lingkungan (hutan) dan masyarakat sekitarnya,  yang diharapkan dapat meningkatkan kwalitas  kecakapan akademik dan kecakapan sosial para pesertanya.

Terkait dengan program Outdoor dalam sebuah pendidikan, banyak orang beranggapan buruk bahwa hal tersebut hanya sesuatu yang sia-sia (membuang waktu), tidak selaras dengan makna "pendidikan" yang sesungguhnya, hanya berupa ajang penyiksaan (balas dendam) dari senior, dan berbagai anggapan miring lainnya, tapi maaf hal ini tidak terjadi di sini, karena inti dari pendidikan ini adalah "to transform your knowledge to the other without being superior for another".

Pendidikan outdoor yang dilakukan kali ini adalah upaya untuk menyatukan isi dari 28 kepala (14 pria dan 14 wanita) yang berbeda untuk 1 (satu) tujuan yang sama. Tentu saja hal tersebut bukan hal yang mudah, apalagi mereka  (peserta) merupakan jiwa-jiwa muda yang masih memiliki rasa ke-Aku-an yang tinggi, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, saling menghargai beserta nilai-nilai positive lainnya. Semua rasa tersebut coba dibentuk secara perlahan dalam jiwa peserta melalui kegiatan sholat berjama'ah, makan bersama, permainan team building, mandi bersama dan lain-lain.



Daya kritis, kemandirian, rasa percaya diri, tekhnik berkomunikasi mereka dapatkan melalui diskusi-diskusi kecil. Melalui diskusi dengan tema sosiologi pedesaan, peserta dicoba untuk menganalisa segala hal yang terjadi di masyarakat, kemudian dari analisa peserta dicoba untuk mengumpan balik hingga terjadi diskusi yang terkadang memunculkan argumentasi-argumentasi yang terkadang liar namun tetap berdasar.
diskusi bersama Yunita dan Yayat
Apakah upaya-upaya di atas akan berhasil, baik untuk internal organisasi maupun bagi para peserta sebagai tambahan bekalnya di kemudian hari, tentu saja itu semua kembali ke diri mereka, setidaknya usaha awal telah dilaksanakan, dan pengawalan terhadap mereka sehingga tetap berada di jalur yang semestinya akan terus dilakukan. Selama mereka menjalankan semua proses dengan baik, sabar ,tekun dan bersungguh-sungguh maka keberhasilan hanya tinggal menunggu waktu. Karena hal tersebut adalah nyata, mereka yang pernah bernafas dalam organisasi, mereka akan jauh lebih survive, peluang mereka berhasil jauh lebih besar dari mereka yang hanya sibuk dengan urusan akademis.
Yakinlah!

"Bila kau telah selesai mengerjakan suatu urusan, maka tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain (QS.94 : 7)"


*Salam Hangat Secangkir Kopi*



14 comments:

  1. Wah ngak tau kenapa kegiatan ini serupa yang saya lakukan hari minggu kemaren. Tapi kita itu indoor tepatnya di gedung KNPI provinsi NTB. Semangat..membangun pendidikan adalah membangun bangsa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena di tangan pemudalah masa depan bangsa ditentukan

      Delete
  2. Selama DIKDAS berlangsung, disana saya belajar atri sebuah persaudaraan, kebersamaan, dan kesederhanaan. Maju terus FORJUST 😊

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. Semangaad trs melestarikan alamnya ...👍👍

    ReplyDelete
  5. Sukses terus Mbay. Btw, siapakah yang fotoin pas orang-orang lagi sholat? Hhee..

    ReplyDelete