Thursday, February 23, 2017

Trawangan Kekinian, Gelisah Karena Sampah



"SALAM KOPI HANGAT HARI JUM'AT"

pulau yang indah
bersih pantainya
tak ada polusi
dan polisi


Ya, bagi mereka yang berdomisili Lombok tentu tidak asing dengan lirik lagu di atas terutama bagi mereka yang menyukai genre musik reggae. Lagu ciptaan sekaligus dinyanyikan grup band Richard and The Gilis begitu merepresentasikan kondisi gili trawangan, terutama dulu, dulu loh ya :D . Bagaimana dengan sekarang, masihkah lagu tersebut relevan dengan kondisi kekinian? Saya tidak akan membahas masalah kata - kata terakhir dari penggalan lirik lagu di atas, karena biar bagaimanapun sebagai aparat penegak hukum selaku pengayom masyarakat, kepolisian berhak berada di mana saja, selama wilayah tersebut masih bagian dari NKRI. Pembahasan kali ini adalah mengenai polusi, ya polusi. Huuuffftthhh berat pembahasan ini, tapi sebagai warga negara yang baik apalagi pernah mencoba mengadu nasib, bertahan hidup di sana even it's only about one month, saya rasa ada kewajiban moral saya untuk mencoba mencurahkan segala rasa yang tertumpah tidak dengan muntah, tapi melalui goresan kata, dengan harapan tentu saja dapat bermanfaat bagi kita semua.

Gili Trawangan! Mendengar orang menyebutnya tentu yang terbayang di benak kita adalah pantai dengan pasir putih, area snorkling dan diving, sunrise and sunset, hingar bingar kehidupan malam dan lain - lain silahkan tambah sendiri. Senyatanya dibalik hal tersebut ada masalah yang sungguh membuat pusing kepala, yaitu sampah. Padatnya aktivitas pulau yang didiami sekitar 800 jiwa (itu baru yang tercatat) dengan panjang 3Km dan lebar 2 Km (wikipedia) menimbulkan masalah yang kompleks. Apalagi ketika akhirnya masalah ini coba diselesaikan dengan cara menimbulkan masalah baru. Huuuufth lagi ah.


Mencoba kilas balik sedikit, bulan April 1999, setelah menetap di Kota Mataram (Lombok) selama 4 bulan dengan ajakan seorang abang yang memiliki homestay di sana, saya mencoba mengadu nasib. Bermodalkan uang sejumlah Rp.35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah) saya nekat berangkat dan bertahan hingga kurang dari 1 (satu) bulan, itupun bukan karena tidak tahan, tapi karena Orang Tua yang mengharapkan kembali dan melanjutkan/ memulai baru pendidikan saya yang sempat terbengkalai Bagaimana kondisi trawangan masih sangat luar biasa tentu saja, permasalahan belum sekompleks sekarang, Belum ada bangunan cafe yang menghalangi pandangan kita ke arah pantai dan tentu saja area sunbathing bagi turis asing masih sangat luas dan ada hal - hal indah lainnya terkait dengan giat sunbathing yang mohon maaf tidak dapat saya sebutkan di sini :p . Moment paling istimewa yang saya dapatkan  di sana  adalah ketika pada suatu hari senja berganti malam, saat itu bulan sedang purnama, dengan anggunnya purnama menampakkan diri dari balik siluet Gunung Rinjani, dan tak lama kemudian bintang - bintang mengiringi kehadiran sang bulan dari belakang dengan berbaris menurut garis edarnya masing - masing,  at that moment i felt soo excited, it was very amazing and unforgetable, wish i can turn back time :) . Satu hal yang pasti adalah tentu saja sampah masih sangat sedikit dan belum menjadi hal yang mengkhawatirkan.

Baiklah, cukup bernostalgia dalam kegilaan, sekarang kembali ke masa kini dan kekinian beserta problematika yang menghadang. Penataan kawasan pantai sedang dalam proses pengerjaan dengan cara membongkar bangunan - bangunan yang ada, lalu bagaimana dengan permasalahan sampah yang ada, tanggung jawab siapakah sebenarnya? Kisruh mulai muncul ketika dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli NTB mendapatkan uang tunai sejumlah Rp. 63.185.000,-.(hasil penarikan restribusi selama dua hari) dari pelaku yang melakukan pungutan berdasarkan perintah/kebijakan Kepala Dusun Gili Trawangan terkait permasalahan penanggulangan sampah di Gili Trawangan. Menurut bukti temuan dokumen rekapitulasi yang diamankan petugas, dalam sebulan dana yang didapat dari 526 tempat usaha selama satu bulan sejumlah Rp. 215.000.000, -         ( sumber antaranews.com ).

Terlepas dari transparan atau tidaknya pengelolaan dana yang didapatkan oleh pihak penarik restribusi (penulis tidak punya keterangan mengenai hal ini), salahkah pihak Kepala Dusun yang melakukan inisiasi dengan membuat kebijakan tanpa ada dasar (aturan di atasnya) demi mencoba menjadikan Gili Trawangan lebih indah, karena toh selama ini Peraturan Bupati yang mengatur masalah tersebut memang belum ada. Bijakkah pemerintah yang mengambil cara instan dengan menurunkan 2 (dua) buah pick up untuk menanggulangi sampah yang ada dan konon katanya hanya untuk mengangkut sampah hasil bongkaran dan dioperasikan hanya ketika jam sepi aktivitas. Apapun alasannya menurut hemat penulis untuk sementara mungkin tidak masalah, sampai kisruh pengelolaan sampah dan penataan kawasan pantai selesai dilakukan, agar trademark gili trawangan sebagai destinasi wisata tanpa transportasi yang membuat polusi tetap dapat dipertahankan, dengan kata lain pemerintah beserta masyarakat dalam hal ini Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) menemukan cara terbaik untuk penanggulangan sampah tersebut. Kita tunggu saja, semoga kisruh ini berakhir baik, pemerintah dan masyarakat senang, wisatawan pun merasa nyaman. 

Satu hal yang paling penting bagi  wisatawan: "TOLONGLAH BAWA PULANG KEMBALI SAMPAH KALIAN AGAR TIDAK MENAMBAH PERSOALAN YANG ADA :) " .
credit by : pegipegi.com

Best Regard

"SALAM HANGAT UDAH MAU JUM'AT"



Friday, February 17, 2017

Gondrong bukan berarti METAL

"Salam Hangat Secangkir Kopi"

Bagaimana kabar sodara/i hari ini.? Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SW, Tuhan Yang Maha Esa, dan tentu saja selalu dalam keadaan bahagia.  Aamiin Yaa Rabb.

Saya pribadi agak sedih karena berkat target yang tercipta untuk mengepost satu buah artikel perminggu, saya terpaksa mencancel acara piknik saya, walaupun sebenernya ada perkara lain di balik pembatalan piknik saya,  yaitu terkait dengan masalah perasaan (Eeeaa curhat) :D .

Baiklah.
Pada kesempatan ini saya akan coba membahas perihal rambut gondrong pada laki-laki, tapi ini gondrong bukan sembarang gondrong, karena ada nilai yang terkandung dalam kegondrongan laki-laki tangguh ini. Penasarankah? kalo enggak juga tak ape :D

By The Way pernahkah sodara/i melihat Ibu hamil atau yang sekarang  ngetrend dengan istilah bumil.? Pasti pernah ya, ayo ngaku! kalau ternyata belum kebangetan namanya, berarti bisa jadi sodara/i tinggal sendirian di antah berantah hanya berteman sepi, pasir putih, semilir angin, birunya langit, debur ombak dan hal-hal indah lain yang sukar di deskripsikan layaknya surga. Namun  karena itu tempat terpencil dan sendirian ya nelangsa juga, he.

OK. 
Kembali ke topik utama, ada apa dengan ibu hamil, dengan sendirinyakah dia hamil, siapakah yang menghamilinya? Berhubung sayapun tidak tahu jawabannya, jadi untuk mendapatkan jawabannya perlukah kita bertanya kepada rumput yang bergoyang :p .
Saya rasa tidak perlu, karena sebenarnya bukan itu topik utama yang sebenarnya, haha. 

Jadi begini, yang akan kita bahas kali ini adalah proses bagaimana si ibu bisa hamil, hal apakah yang dilakukan sang bapak, eehhh. Maafkeun saya yang melantur sana sini, mungkin ini efek telat nikah :) .

Sekarang serius.!
Secara umum di Indonesia, dalam proses menantikan kehadiran munculnya jabang bayi ke muka bumi, terdapat tradisi turun temurun untuk menjaga agar sang bayi tetap sehat selamat dan aman sentosa.  Dalam tradisi/budaya tersebut, biasanya banyak pantangan yang diberlakukan kepada calon orang tua  calon bayi , seperti dilarang menyembelih hewan dan lain-lain. Namun ada satu kekhasan tradisi yang saya rasa cuma ada di Pulau Lombok (Suku Sasak), yaitu terkait dengan sang calon ayah.
Ketika istri sedang hamil, sang calon ayah (pria suku sasak) memiliki tradisi memanjangkan rambut dan dilarang memotong rambut tersebut sebelum bayi yang dikandung oleh istrinya sendiri (bukan istri tetangga) lahir. 

Menurut informasi yang saya dapatkan dari hasil wawancara asal-asalan, apabila tradisi ini dilanggar, dikhawatirkan bayi yang baru lahir tidak akan memiliki rambut sampai kapanpun (botak seumur hidup), layaknya Pak Ogah.

Sangat disayangkan, tradisi ini mulai ditinggalkan, terutama di kota Mataram, khususnya bagi mereka para pekerja kantoran. Ini terjadi akibat aturan yang berlaku terkait dengan batasan panjang rambut bagi pekerja pria. 
Menurut saya hal ini amat disayangkan karena ini merupakan ciri khas tradisi pria sasak.

Gondrong/rambut panjang berarti urakan ataupun nakal, stereotype ini jelas masih berlaku di masyarakat. Mungkin inilah yang membuat tradisi gondrong pada calon ayah akhirnya banyak ditinggalkan. Masyarakat mungkin harus diingatkan kembali, bahwa pada zaman dahulu kala para pria terbiasa memanjangkan rambutnya (karena belum ada gunting, he :p).
Jadi, apakah tradisi ini perlu dipertahankan?  
Saya rasa sangat perlu, karena ini merupakan ciri khas khasanah budaya sasak. Bagi saya selama orang (pria kantoran) tersebut mampu merawat rambutnya tetap terlihat rapi, bersih dan tidak mengganggu kinerja, maka tidak jadi masalah. 
Terkait dengan hal tersebut, seyogyanya pemerintah daerah mengakomodir hal ini dengan membuatkan regulasi khusus untuk pekerja kantoran (pria sasak) yang istrinya sedang hamil.
Demikian, ulasan/opini gak penting ini semoga bermanfaat. 

"Salam hangat-hangat kuku"





Tuesday, February 7, 2017

Burung Biru Itu Sahabat Baruku




Tuing tuing...
Smartphone saya berbunyi, sebuah pesan masuk dari seorang master di dunia blogger memblogger regional NTB,  berikut isi percakapannya (nama sengaja saya rahasiakan) :

Nama Rahasia : "Mas, mana hasil review kegiatan kemarin?"

Saya : "Review yang mana mbak?"
Nama Rahasia : "Itu loh kegiatannya Blue Bird kemarin."
Saya : "Nahloh, itu harus di review toh, suatu kewajibankah?"
Nama Rahasia : "Gak wajib sih, tapi etikanya begitu, ketika kita diundang maka kita harus review                                   kegiatan tersebut. "
Saya  : "Ooohhh begitu toh, maap banget mbak saya gak tau, maklumlah newbie."
Nama Rahasia : "Iya dimaapin, tapi cepet dibuat ya."
Saya  : "Siap mbak, tapi bukannya temen-temen suhu/master udah pada buat, jadi sepertinya itu                        sudah mewakili (mencoba ngeles dari tanggung jawab)."
Nama Rahasia : "Gak bisa gitu juga, pokoknya harus, saya tunggu ya."
Saya  : "Baiklah, i'll do my best."

percakapan itu terjadi kurang lebih 3 (tiga minggu) yang lalu, dengan kesibukan saya yang teramat sangat (sok penting :p), akhirnya saya berhasil merampungkan review tersebut hari ini.

Check This Out Guys...!!!!

Blue Bird Selayang Pandang Siapa yang tak kenal Blue Bird, adakah dari kita yang tidak pernah memakai jasa transportasi dari perusahaan yang berdiri sejak tahun 1972 tersebut.? Hasil survey yang saya lakukan, dari 3 (tiga) orang yang ada di ruangan kerja saya (termasuk saya sendiri :D), kami semua pernah memakai jasa transportasi Blue Bird. Mengapa surveynya  terbatas hanya tiga orang (termasuk saya).? Karena survey  dilakukan sambil  membuat tulisan ini, jadi saya tidak sempat melakukan survey lanjutan (maklum orang sibuk. he). Tapi saya yakin hampir sebahagian besar dari kita pernah menggunakan jasa transportasi ini, kalau memang ada yang belum, sekaranglah waktunya mencoba, jangan ragu takut ataupun bimbang, untuk mereka yang tinggal di Lombok, saudara/i tinggal "memencet" (0370) 627000, maka jasa transportasi siap melayani.












Launching Aplikasi
Hari Rabu tanggal 18 bulan Januari bertempat di Aston Inn Mataram (berasa bikin pre ambule kontrak/perjanjian.. he), saya mendapatkan kehormatan menghadiri launching aplikasi My Blue Bird berbasis smartphone. Bapak Sigit Priawan Djokosoetono selaku Direktur Blue Bird  dalam sambutannya menyampaikan bahwa, inovasi terus dilakukan oleh perusahaan guna memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan.                                                                                     



Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, MH menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Blue Bird . Tbk sejalan dengan apa yang sedang dikembangkan oleh Kota Mataram khususnya dan NTB pada umumnya terutama di bidang pariwisata. Menurut beliau kemajuan pariwisata haruslah diimbangi dengan jasa transportasi yang mampu memberikan kepuasan bagi pelanggan, hal ini mampu di hadirkan oleh perusahaan ini.

Finally, acara launching ini ditutup dengan pembagian voucher, namun sayang sekali saya gak dapet :( , tak apelah saya pikir, semoga dengan naiknya review ini pihak Blue Bird.Tbk berbaik hati memberikan saya  voucher (ngarep).. hihihi. Namun, apakah pertemuan ini berakhir saat itu juga.? Apakah Nobita dapat menyelamatkan Sizuka, apakah kebaikan akhirnya akan menang melawan kejahatan? Nantikan episode selanjutnya :D .

Selasa, 31 Januari 2017

Guna menyambung tali kasih, pihak Blue Bird Mataram kembali mengundang kami ntuk beramahtamah sampai kenyang 😃. Kegiatan ini berlangsung di sebuah rumah makan dengan konsep nuansa alam yang kental, terletak di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Mataram. Acara ini berlangsung hangat dengan obrolan - obrolan yang terkesan serius tapi tetap dalam suasana santai, santai tapi serius, serius dan santai, santai dan serius, he.


Hal yang saya rasakan dari ramah tamah ini adalah perasaan bahagia karena malam itu saya dapat makan gratis sampai kenyang, he. Selain dari itu saya mendapatkan sahabat baru si "Burung Biru". Perasaan terima kasih yang sangat saya haturkan karena melalui kegiatan ini saya dapat bertemu dengan suhu blogger nan master seperti mbak Ziadah yang sudah mendunia (iri saya :( ) , mbak Andy reviewer beken yang namanya di atas saya rahasiakan tapi berhubung sudah saya sebut jadinya tidak rahasia lagi (tetep undang saya ya mbak), ustadz Agus dengan lombokinsider.com nya (panjanginterus jenggotnya ustadz :D ), Bang Zacky dan kantetnya Ihsan yang selalu memberikan waktu luang menjawab pertanyaan-pertanyaan saya (trimakasih banyak) , bang Imron Fathoni mahasiswa super yang tulisannya kaya bukan mahasiswa (hehe), dan semua blogger yg hadir (maap tidak sempat mengabsen satu persatu), kecuali untuk 'oma' Dee si Topi merah yg memang males saya menyebut namanya, haha (piss oma ✌).
Intinya saya termotivasi oleh kalian untuk menjadi pribadi yang lebih baik :).
Akhirul kalam, seperti biasa yang terjadi di era kekinian, untuk lebih mempererat tali persaudaraan kamipun melakukan sesi foto bersama. Semoga persahabatan ini abadi selamanya. Aamiin Yaa Rabb.
         

nb : bagi yang ingin memiliki Aplikasi My Blue Bird copy aja link di bawah ini 👇
https://ref.mybb.id/IQBAL265  
kan lumayan tuh nambah bonus 😂

"Salam Hangat Persahabatan"