Tuesday, June 27, 2017

Hilangkan Khawatir Dengan Berdzikir


Suatu hari di Bulan Ramadhan, tepatnya Senin 20 Juni 2017, ada pesan masuk di sebuah grup sosial media yang saya ikuti, isi pesan tersebut menyatakan bahwa pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2017 akan ada acara Ramadhan Berdzikir yang bertempat di Pulau Lombok-NTB, tepatnya di Islamic Center Mataram, sebuah acara hasil  kerja sama antara Media Nasional Republika dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dimana acara ini termasuk dalam rangkaian kegiatan selama Bulan Ramadhan dengan tema Pesona Khazanah Ramadhan (Ramadhandi Lombok 2017).
Hal yang menarik adalah, acara ini akan dipandu langsung oleh KH. Muhammad Arifin Ilham yang terkenal dengan majelis dzikirnya. Wow, ini kesempatan langka fikir saya, entah  kapan lagi  bisa mengikuti kegiatan serupa, mungkin saja memang kesempatan itu datang, tapi belum tentu moment tersebut akan hadir di Bulan Ramadhan, bulan dimana semua amal ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh ALLAH SWT.
Namun di sisi lain, saya sudah terlanjur membuat janji untuk menghadiri acara buka bersama di sebuah komunitas pada hari yang sama. Hati pun bimbang, yang mana harus saya hadiri, keduanya  sama pentingnya. Setelah berfikir mendalam, saya putuskan untuk menghadiri buka bersama saja, sedangkan untuk kegiatan Ramadhan Berdzikir ini saya akan hadir untuk sekedar mengambil foto kegiatan dimana foto tersebut akan saya ikut sertakan pada lomba  di rangkaian kegiatan yang sama.
Ternyata takdir berkata lain, entah kenapa sore itu, setelah asik mengambil foto dari berbagai sudut yang berbeda, niatan semula tersebut ternyata berubah. Saya pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti acara ini bersama masyarakat yang hadir, dan sejenak melupakan janji saya untuk menghadiri acara buka bersama di tempat lain setelah sebelumnya mengirim pesan bahwa saya akan telat datang. Tidak lama berselang setelah saya mengambil posisi duduk, Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. M Zainul Majdi MA atau yang biasa akrab dipanggil TGB memasuki panggung utama, kemudian disusul oleh KH. Arifin Ilham, sementara di atas panggung tersebut telah menanti unsur pimpinan yang ada di provinsi ini.
Dalam sambutannya, TGB menyampaikan bahwa kegiatan berzikir bersama memiliki sejumlah makna, di antaranya adalah untuk merekatkan ukhuwah antar umat Islam, dan dzikir bersama pada akhir ramadhan ini hendaknya dapat menjadi penyemangat dan pendorong untuk terus menambah kebaikan. Gubernur juga menegaskan, bahwa dalam membangun provinsi NTB tidak cukup dengan hanya membangun sarana fisik saja, tetapi juga bagaimana menjadikan masyarakat NTB kuat dan makmur baik lahir dan batin. Masih menurut beliau, berdzikir ini  adalah satu jalan untuk memberikan nutrisi kepada batin kita, membuat hati menjadi tenang. Selain itu dalam sambutannya TGB juga mengapresiasi kehadiran pimpinan Majelis Ad Dzikra, KH. Arifin Ilham, yang berkenan hadir untuk menghadiri dan memandu acara dzikir ini.

Acara utama pun tiba, dzikirpun dimulai, langit sore yang mendung  menjadi saksi kedashyatan dzikir bersama tersebut, masyarakat yang hadir larut dalam suasana sakral. Segala puji diucapkan, tasbih, tahmid, tahlil dan takbir menggema, do’a-do’a dipanjatkan, memohon ampunan, rahmat dan ridho dari Tuhan, ALLAH SWT pemilik semesta alam. Tangis bersahutan ketika diingatkan tentang dosa-dosa yang telah dilakukan.
Laksana batu yang terpukul tongkat Nabi Musa AS dan memancarkan air, mungkin itulah yang terjadi saat itu terhadap hati insan yang hadir, hati yang membatu itu pecah dan keluarlah air yang berwujud airmata. Semoga segala do’a yang terpanjat dikabulkan oleh ALLAH SWT, dan semua air mata yang tertumpah tidak sia-sia, dapat membawa kita menjadi insan yang bertakwa, dan semoga dengan berdzikir, akan hilang semua perasaan khawatir. Aamiin Yaa Rabbal’aalamin.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat ALLAH. Ingatlah, hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tentram (QS. 13 : 28)”.
”Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog #RamadhanDiLombok 2017 yang diselenggarakan Republika dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat”.





24 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Waduuuhh jd nyesel ga datang pas "ramadhan berdzikir" di hubbul wathan....sukses trs ya...terus posting tentang NTB biar nambah pengetahuan kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar mbak, lain kali harus datenglah

      Delete
    2. Sabar mbak, lain kali harus datenglah

      Delete
  3. Sayang kalo ga diikutin dzikir akbarnya mumoung KH Arifin Ilham lg di lombok..krn kalo ke sentul majelis ad dzikra lmyn ongkos pp nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang, Alhamdulillahi Rabbil'aalamin berkesempatan hadir

      Delete
    2. Iya bang, Alhamdulillahi Rabbil'aalamin berkesempatan hadir

      Delete
  4. Zikir penyejuk hati...,,Ditunggu tulisan2 inspiratif lainnya.... 👍

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  7. Zikir penyejuk qalbu. Mantap bang

    ReplyDelete
  8. Suasananya khidmat sekali itu ya. Gak kebayang kalau ikut dzikir langsung di sana.

    ReplyDelete
  9. Tulisannya asyik.Sederhana namun sarat makna,keren. Alhamdulillah NTB bisa berdzikir bareng beliau. Barakallah

    ReplyDelete
  10. Saya sangat setuju dan sependapat, hilangkan kawatir dengan ber dzikir. Hati akan menjadi tentram.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillahi Rabbil'aalamin.. trimakasih sudah mampir bang 🙏

      Delete
    2. Alhamdulillahi Rabbil'aalamin.. trimakasih sudah mampir bang 🙏

      Delete
  11. Semoga Ramadhan 1439 ndak bertepatan dengan ujian sekolah anak-anak.
    Jadi bisa nyisihkan waktu, berbuka atau juga sahur di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center.
    Aamiin.

    ReplyDelete