Tuesday, June 20, 2017

Ramadhan Mulia Bersama Republika


Mataram, di kota inilah saya berdomisili semenjak tahun 1998. Pada awalnya saya tidak merencanakan menetap, hanya untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi yang ada, namun ternyata nasib berkata lain, hati saya terpaut dengan pulau di mana  kota ini berada.
Ya, Pulau Lombok, pulau dengan bentangan pantai berpasir putih di setiap sisi,  puluhan gili (pulau kecil), ratusan  air terjun bersumber dari Danau Segara Anak yang terletak di Gunung Rinjani, telah membuat diri ini jatuh hati, terpikat, melekat, dan enggan untuk berpindah tempat. 
Lombok sendiri merupakan 1 (satu) di antara dua pulau besar yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tentu saja di sebelah timur ada Pulau Sumbawa yang tidak kalah cantiknya, namun untuk saat ini saya hanya akan membahas mengenai Pulau Lombok. Bukan tentang pesona pantai, air terjun maupun Gunung Rinjani, tetapi tentang apa yang terjadi pada bulan Ramadhan di Lombok 2017
Selain dikenal dengan pesona keindahan alamnya, Pulau Lombok juga dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, bukan berarti masjid yang ada hanya 1000 (seribu), tapi ini merupakan perumpamaan bahwa betapa banyaknya masjid di pulau ini, di setiap lingkungan (RW) pastilah memiliki masjid. Malah terkadang dalam 1 (satu) lingkungan terdapat lebih dari satu masjid, sehingga untuk pelaksanaaan Sholat Jum'at dipergilirkan setiap masjid. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kereligiusan masyarakat di pulau ini tergolong tinggi.
Seperti tahun-tahun sebelumnya yang saya alami, Bulan Ramadhan di Lombok terasa sangat syahdu dan semarak, ini dibuktikan dengan tetap terdengarnya lantunan ayat suci Al-Qur'an, serta antusiasme masyarakat untuk mendatangi masjid.
Predikat sebagai destinasi wisata halal dunia membuat Pemerintah Provinsi NTB  semakin bersemangat untuk menyelenggarakan kegiatan wisata yang bersifat religi. Hal itulah yang membuat terjalinnya kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Media Republika, dan akhirnya  membuat rangkaian kegiatan bertajuk Pesona Khazanah Ramadhan, yang berlangsung selama Bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut bertempat di Islamic Center NTB, dengan Masjid Hubbul Wathan sebagai pusat kegiatannya.  Alhamdulillah wa Syukurillah, walaupun tidak dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan, saya beruntung dapat mengikuti beberapa di antaranya. Apa saja kegiatan tersebut? Berikut uraiannya :

Kegiatan Ibadah

Sebagai rangkaian pembuka kegiatan adalah Tabligh Akbar tepat sehari sebelum puasa yang menghadirkan Ust. Yusuf Mansyur. Selain kegiatan ini, aktivitas yang sering saya ikuti adalah Sholat Tarawih berjama’ah , yang di Imami oleh 4 (empat)  Imam besar  dari negara  timur tengah secara bergiliran tiap pekannya. Seperti saya sebutkan di atas, antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan sholat tarawih ini sangatlah besar, hal ini dibuktikan dengan membludaknya jamaah shalat tarawih setiap harinya, ayat –ayat panjang dan suara merdu para Imam menambah syahdu pelaksanaan sholat. Selain itu kegiatan ibadah ini juga terdiri dari Tahajud, Qiyamul Lail Akbar, Temu Imam Besar, Tadarus bersama Gubernur, dan I’tikaf.

Pameran dan Bazar

Untuk kegiatan satu ini, terutama bazar buku, saya tak mau kehilangan kesempatan karena banyak buku yang ditawarkan dengan harga miring, beberapa buku saya bawa pulang dengan hati riang. 
Pameran seni budaya islam membuat saya terkagum-kagum.  Selain menampilkan tayangan film mengenai Rasulullah SAW dan para sahabat, pameran ini juga menampilkan replika barang peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat seperti, Pedang, Tongkat, Busur Panah dan Sandal milik Rasulullah SAW, juga terdapat pedang dari para sahabat. Dengan membayar infak sebesar Rp.5000,- pengunjung juga dapat berfoto dengan replika pedang milik sahabat yang telah disediakan.

Pameran Foto NTB yang ditempel di sepanjang lorong Masjid Hubbul Wathan pun semakin menambah semarak suasana yang ada, di sini kita dapat melihat objek-objek wisata yang ada di NTB melalui foto-foto yang terpajang tersebut. Bila anda berkunjung malam hari dan masih merasa lapar, tepat di sebelah barat area Masjid terdapat stand makanan halal.


Talkshow

Kegiatan ini termasuk yang saya tunggu-tunggu, terutama kegiatan bedah buku yang menampilkan penulis best seller Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) yang terkenal berkat booming novel Ayat-ayat Cintanya, sungguh beliau ini termasuk salah satu penulis idola saya, oleh karenanya dalam kesempatan ini saya menyempatkan diri untuk berfoto dengannya dan tak lupa juga meminta tanda tangannya di setiap buku yang saya punya.

Kegiatan kedua yang saya ikuti tepat seminggu setelahnya adalah Meet and Greet bersama Tere Liye. Pada dasarnya saya tidak begitu mengagumi tokoh ini, karena menurut saya pribadi segmen  pembaca dari  novel yang beliau buat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang bernama wanita. Benar saja, ketika saya datang, isi ruangan penuh dengan para wanita (sekitar 85% dari isi ruangan). Acara Meet n Greet bersama  Tere Liye sangatlah heboh, itu terlihat dari antrian mereka yang ingin berfoto dan meminta tanda tangannya.

Hiburan Islami

Ada hal menarik terkait dengan hiburan islami ini, yaitu tersedianya salah satu hiburan olahraga islami yang termasuk dalam Sunnah Rasul, yaitu memanah. Ya, di sisi sebelah selatan pekarangan Masjid Hubbul Wathan, disediakan arena memanah. Hanya dengan Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah) untuk 12 (duabelas) anak panah, kita dapat mencoba olahraga ini dengan dibimbing oleh instruktur berpengalaman. Melihat antusiasme masyarakat, saya pun penasaran ingin mencobanya, tapi sayang beribu sayang, dari 1 (satu) lusin anak panah yang disediakan, saya hanya mampu mengenai target tidak sampai setengahnya, he.
Peringatan Nuzulun Qur’an pun dikemas secara menarik, selain menghadirkan hiburan kesenian tradisional musik khas Negeri Arab, acara yang sedianya menghadirkan KH. Abdullah Gymnastiar (A’a Gym) ini juga menghadirkan Guru Besar Universitas AL-Azhar (Mesir). Acara ini ditutup dengan hiburan dari grup musik religi lawas yaitu Bimbo.

Ada satu kegiatan lagi yang akan hadir, yaitu Malam  1000 Cahaya pada hari Sabtu, 24 Juni 2017. Menarikkah acara ini nantinya? Tentu saja menarik, karena acara ini Insyaa Allah akan dihadiri oleh Pendiri Majelis Dzikir yaitu KH. Ust. Arifin Ilham.  

Kegiatan Sosial

Ketika pelaksanaan acara Meet and Greet bersama Tere Liye, saya sempat berhenti sejenak untuk melihat dari luar acara kegiatan sosial yang dilakukan, yaitu kegiatan berbagi bersama anak yatim, terenyuhkah saya? Jelas sudah pasti, dalam hati semakin terpatri, bahwa hidup ini sejatinya haruslah berbagi.

Aneka Lomba

Seperti layaknya setiap kegiatan, untuk menambah meriahnya acara, maka idealnya ada aneka lomba yang mengiringi. Hal ini pun tidak luput dari perhatian penyelenggara, mereka melaksanakan beberapa jenis lomba,  beberapa di antaranya telah selesai yaitu mewarnai kaligrafi,  pantun islami, dan pemilihan da’i remaja NTB.

Sungguh mengesankan bukan, saya hanya berharap semoga kesyahduan yang mempesona dari khazanah Ramadhan di Lombok 2017 ini membekas di hati kita dan mampu membawa kita ke arah yang lebih baik, dan tentu saja juga harapan bahwa acara ini akan terselenggara di  Ramadhan-Ramadhan selanjutnya, dan semoga kita dapat berjumpa kembali dengan Bulan yang mulia ini. Aamiin Yaa Rabb.

 “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apapun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang yang mendapat petunjuk”. QS: 09  (18)

#PesonaKhazanahRamadhan
#PesonaRamadhan
#PesonaIndonesia
#KhazanahRamadhanLombok


“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #RamadhanDiLombok2017 yang diselenggarakan Republika dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat”.

37 comments:

  1. Gassss papuk gassss keren infonya tambahin hastag dong biar makin keren

    ReplyDelete
  2. Postingan paling rapi dari semua tulisan yang ada di blog ini. Hahahha. Semangat puq. Rajin-rajin nulis lagi.



    Kayak saya yang rajin aja ya~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halah..... anyway thanks bunda Rani.. trnyata emang lbh enak nulis d word dl ya.. baru sy amalkan hari ini.. he

      Delete
  3. Mantaaaffff .. sukaaa sama lombok #sukses terus ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillahi Rabbil'aalamin... Aamiin yaa Rabb.. trims bu Ayu

      Delete
  4. Alur ceritanya rapi n jelas.. Semoga bermanfaat n sukses.. Amiiin.. Tulisan yang kece :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillahi Rabbil'aalamin.. trimakasih bang

      Delete
    2. Alhamdulillahi Rabbil'aalamin.. trimakasih bang

      Delete
  5. Tulisannya ngajak banget nih.. trimakasih Mby.. InsyaAllah banyak wanita Sholehah yg baca dan tertarik menjadi Istri dari penulis yg Sholeh seperti ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Rabb... bang Agus apa kbr... bogor baik2 aja kan?

      Delete
    2. Alhamdulillah Mby.. tulisannya keren..

      Delete
    3. Alhamdulillah Mby..Taqabbalallahu minna wa minkum.. ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin.. Salam utk saudara di Lombok ya..

      Delete
    4. Sy lg d JKT mas agus πŸ™... met idul fitri.. Taqobbalallahu minna wa minkum

      Delete
    5. Sy lg d JKT mas agus πŸ™... met idul fitri.. Taqobbalallahu minna wa minkum

      Delete
  6. Tulisan yang keren dan detail. Semoga juara ya bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Yaa Rabb... trimakasih bang Imron

      Delete
  7. Semakin terasah...semoga menang ya..kalo pun tdk menang..ada kepuasan tersendiri ...

    ReplyDelete
  8. Mantap....terus semangat untuk berkarya...

    ReplyDelete
  9. Cieee yang rajin banget nulis sekarang....keren..keren....semangatttt...

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih mbak master πŸ™

      Delete
    2. terimakasih mbak master πŸ™

      Delete
  10. Replies
    1. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

      Delete
    2. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

      Delete