Friday, July 21, 2017

GERMAS, TEPAT UNTUK INDONESIA HEBAT


Hah, tes gula darah! Sontak hal ini membuat saya takut, resah, dan gelisah. Secara, saya yang manis  banget ini pasti gula darahnya tinggi. Syukurlah hal ini tidak terbukti, bukan tentang manisnya saya, karena itu sudah pasti, he. Tapi ini tentang kadar gula yang terdapat dalam tubuh saya, Alhamdulillah ternyata masih dalam batas normal. Lalu mengapa saya harus tes gula darah?


Jadi begini ceritanya (hening sejenak).
Jauh hari sebelum Ramadhan tiba, saya mendapatkan kabar dari seseorang, sebut saja namanya Bunsal (bukan bunga), bahwa Kementerian Kesehatan akan mengadakan kegiatan sosialisasi GERMAS, dan Kementerian Kesehatan RI mengundang komunitas blogger. Tujuannya apa? Ya udah jelaslah untuk bantu sosialisasi GERMAS ini melalui tulisan Blogger-blogger kece yang ada di Pulau Lombok. Walhasil, terbitlah rangkaian aksara penuh makna dan bercahaya layaknya surya sinari semesta, he, lebay saya.
Sayangnya, kegiatan yang sedianya akan dilaksanakan sebelum Bulan Ramadhan itu terpending, karena harus menyesuaikan dengan jadwal Sekretaris Jenderal  (Sekjen) Kementerian Kesehatan yang rencananya akan menghadiri , dan akhirnya kegiatan ini dapat  terselenggara juga pada Bulan Juli, Alhamdulillah ya.

Kembali ke pokok permasalahan. 
Saya yakin masyarakat pun masih asing dengan istilah GERMAS. Jadi, apakah GERMAS itu? Mungkinkah GERMAS  adalah Gerakan Mas-mas, yaitu  sebuah gerakan yang bertujuan untuk memaksimalkan mas-mas dalam rangka mendapatkan mbak-mbak?  Maaf saya bercanda Pak Sekjen (berasa kenal), he. Oke, sekarang serius. Awalnya saya salah kaprah mengenai akronim GERMAS ini, saya kira GERMAS  adalah Gerakan Makan Sayur  layaknya Gerakan Gemar Makan Ikan atau Gerakan Tanam Cabai yang dilaksanakan oleh beberapa Kementerian lain. Ternyata saya masih salah, jadi tolong maafkan saya.
Setelah terlibat langsung dalam kegiatan ini saya akhirnya faham, bahwa akronim sebenarnya dan sesungguhnya dari GERMAS adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yaitu sebuah tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa, dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kwalitas hidup.

Jum’at,  14 Juli 2017, bertempat di kota Mataram, kegiatan ini akhirnya terlaksana dengan Tema “Temu Blogger Kesehatan 2017”. Sebelum acara dimulai, setelah melakukan registrasi, kami dipersilahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan umum, yang antara lain: tinggi dan berat badan, tekanan darah, gula darah (hal yang membuat saya deg-degan seperti tersebut di atas), juga konsultasi riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.
Menurut MC ketika membuka acara, masyarakat Indonesia haruslah CERDIK,  sebuah manajemen yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam rangka mengimplementasikan hidup sehat, CERDIK itu sendiri merupakan akronim dari :
1.    Cek kondisi kesehatan secara berkala.
Ini bisa dilakukan minimal 1 (satu) tahun sekali, alangkah lebih baiknya bila dapat dilakukan per 6 (enam) bulan.
2.    Enyahkan asap rokok, minuman beralkohol dan narkoba
Menurut paparan pemateri (dokter siapa mungkin namanya , entahlah saya lupa), di dalam rokok terkandung 40 macam racun yang membahayakan tubuh. Bayangkan sob, huuufffhhhh, ngeri gak tuh. Ayo, berhenti merokok! Kalau minuman beralkohol dan narkoba saya yakin semua sudah faham dengan bahayanya 😃
3.    Rajin melakukan aktivitas fisik.
Masih menurut paparan dokter entahlah saya lupa namanya, untuk menjaga kebugaran, idealnya dalam sehari kita harus melakukan aktifitas fisik (berolahraga) selama minimal 30 menit.
4.    Diet Sehat dengan kalori seimbang.
Bukan diet asal diet ya,tapi lebih kepada menjaga pola makan, jangan bawa’annya nguyah terus, he.
5.    Istirahat yang cukup.
Selain jumlah jam istirahat yang terpenuhi, istirahat yang cukup bukan berarti yang penting tidur loh ya, tapi gunakan waktu sesuai qodratnya, karena sesungguhnya siang diperuntukkan untuk bekerja dan malam untuk istirahat, jadi jangan dibalik. Kecuali kalau dalam keadaan kepepet kejer deadline macam tulisan ini dibuat, he.
6.    Kelola Stress.
Hidup emang rumit, jadi jangan dibawa ribet, take it easy kata orang Ciamis, he. Usaha maksimal untuk setiap langkah,dan Tawakkal terhadap hasil yang di berikan Allah SWT (sok bijak saya). Atau ada cara gampang dan kekinian untuk kelola stress ini, BANYAKIN PIKNIK, masih gak mempan juga, berarti ada yang salah dengan diri kita, hehe.

Jadi kira-kira fahamkan bagaimana memenej biar kita dapat hidup sehat, gampangkan?

Selepas siang, acara kembali di lanjutkan dengan menghadirkan 3 (tiga) pejabat Kementerian Kesehatan yaitu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat yang menyampaikan laporan kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang mengutarakan tentang paparan implementasi GERMAS di Provinsi NTB, dan terakhir adalah arahan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI tentang merubah mindset agar kita dapat tetap hidup sehat.

Karena ini tentang blogger kesehatan, sessi terakhir di isi dengan materi menulis kreatif, pemateri professional yang entah siapa pula namanya (mohon maafkan saya lupa lagi, he). Di moderator oleh mbak Wardah (Blogger Jakarta),  yang bersangkutan memberikan trik-trik bagaimana agar kita dapat mengatur penggunaan kata dan kalimat agar tulisan dapat diminati, tidak membosankan, intinya menjadi keren bin topmarkotop.

Setiap pertemuan ada perpisahan, itu pasti. Finally acara harus selesai dan kami harus berpisah, dengan tekad bulat untuk membantu Kementerian Kesehatan melakukan sosialisasi GERMAS kapanpun dan dimanapun. Semoga terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat,  gemah ripah loh jinawi, Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghofur dapat segera terwujud. Aamiin Yaa Rabb.


”JAGA SEHATMU SEBELUM DATANG SAKITMU”

5 comments:

  1. Pas sekali. Jaga sehatmu sebelum datang sakitmu.

    ReplyDelete
  2. heran atau saya yang nggak gaul ya, rasanya dunia blogger diluar jawa mah dirangkul banget oleh dinas-dinas yang berkepentingan pada para blogger deh, saya yang tinggal cuman sepelemparan batu dengan kota Bandung kota besar pisan kok ya nggak pernah dapet undangan kegitu itu deh.....ngiritragis deh jadinya

    ReplyDelete
  3. Poin cerdik ini lo sungguh luar biasa penjabarnnya. Saya biasa kena stres, maklumlah masih muda., atau mungkin karena saya tergolong kesulitan untuk mendapatkan mbak-mbak ayu. :D

    ReplyDelete
  4. Paparannya Mba wardah mungkin harus ditulis kembali di blog mas.. He. Jadi ilmu banget ini. Saya tunggu ya

    ReplyDelete