Sunday, September 24, 2017

Rehat Sejenak di Lombok Elephant Park, Hari Libur Sang Gubernur


Anak perempuan itu terlihat malu-malu dikerumuni oleh banyak orang, tangan mungilnya tak pernah lepas menggenggam tangan orang tuanya. Terkadang rasa takut pun terpancar dari sorot matanya, sesekali rasa penasaran muncul yang tampak dari bahasa tubuh, tangannya berusaha untuk menyentuh setiap mahluk Tuhan yang tampak asing di matanya. Khadija Hibbaty Majdi, itulah nama anak perempuan tersebut, buah hati hasil pernikahan Dr. H. Zainul Majdi, MA atau biasa yang akrab disapa TGB dan Hj. Erica Zainul Majdi.
Sabtu, 23 September 2017 bertempat di Lombok Elephant Park Kabupaten Lombok Utara, kami  berkesempatan mengikuti aktvitas liburan orang nomor satu di Provinsi NTB ini, berawal dari informasi yang kami peroleh dari sebuah perusahaan moda transportasi terkemuka (Blue Bird Lombok/Lombok Taksi) bahwa sang gubernur ingin mengunjungi kebun binatang yang belum setahun dibuka. Bagaimana caranya Blue Bird mendapatkan info? Ini semua bermula dari Memorandum of Understanding antara pihak Blue Bird dan Lombok Elephant Park, maka di sanalah kami berada, mengikuti  setiap aktivitas hari libur yang dilakukan oleh keluarga bahagia ini. Begitu menuruni pintu masuk  Lombok Elephant Park, rombongan disambut dengan penampilan burung-burung yang bertengger dengan elok di dahan pepohonan. Terdapat beberapa jenis burung yang bertengger, mulai dari kakak tua putih, kakak tua hitam hingga burung nuri.

Bagong, sebuah nama yang disematkan untuk seekor burung kakak tua yang berasal dari Papua. Paruhnya tajam melengkung ke bawah, warna dominan hitam, dengan sedikit merah sebagai corak, burung ini ternyata jinak. Burung tersebut berusia 18 tahun, dan ternyata umur tersebut tergolong masih muda (kecil) bagi kakak tua jenis ini, karena dari info yang di sampaikan kepada kami, burung ini dapat mencapai usia hingga 150 tahun. Wow, sesuatu yang luar biasa bagi saya pribadi untuk ukuran seekor burung. Pada kesempatan ini, TGB dan keluarga menyempatkan diri untuk berfoto dengan burung-burung yang ada.  

Setelah puas berfoto, TGB melanjutkan perjalanan dengan melihat dan memberikan makan secara langsung kepada beberapa ekor Gajah, hewan berbobot sekitar 1 (satu) Ton  yang menjadi ikon di tempat ini. Takut-takut pada awalnya, si kecil Khadija akhirnya terlihat antusias memberi  makanan  kepada gaja-gajah  tersebut.  
FYI, Lombok Elephant Park  memilki 4 (empat) ekor gajah, 1 jantan dan 3 betina. Untuk mendapatkan izin pemeliharaan gajah ini ternyata tidaklah gampang, izin harus di tandatangani pejabat sekelas Dirjen, bila gajah tersebut dipindahkan antar kebun binatang. Apabila Gajah tersebut dipindahkan dari alam ke kebun binatang, maka izin pemindahan harus di tandatangani oleh Menteri terkait. Lain lagi apabila gajah dipindahkan ke luar negeri, maka izin harus ditandatangani langsung oleh Presiden, itupun status gajah hanya dipinjamkan. Baiklah, sekian sekilas infonya, kembali ke bahasan utama.

Seusai memberi makan gajah, rombongan kembali berjalan, sembari mengamati  beberapa burung yang bertengger dengan anggun, mulai dari Pelikan, hingga Burung Hantu, langkah kaki tertuju ke tempat orang utan berad., Valent, itulah nama orang utan tersebut, setelah berbincang dengan pelatihnya, TGB dan keluarga kembali melakukan sessi foto. Hal lucu terjadi ketika hewan tersebut berusaha menarik perhatian dengan mengulurkan tangannya kesana kemari, raut wajah Ibu  Hj. Erica terkadang berjengit ngeri dan meminta perlindungan suami. Ah, sungguh moment yang romantis sekali, membuat hati ini pun menjadi iri, dan berfikir, kapankah saya bisa merasakan kebahagiaan seperti ini, semoga lara segera tersudahi. #nasibjomblofisabilillah 

Selepas itu, Pak Ketut Suadika beserta istri selaku pemilik tempat ini kembali mengajak rombongan untuk melihat-lihat koleksi hewan yang ada, mulai dari berbagai jenis burung, rusa, buaya, simpanse, ular dan iguana. Amazing, itu yang dapat saya pikirkan, untuk tempat yang baru dibuka, Lombok Elephant Park sudah memiliki berbagai macam hewan. Hanya dengan mengunjungi satu tempat dengan luas sekitar 3,5 Hektare yang terletak di Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung ini, kita dapat menyaksikan dan berfoto ria dengan hewan-hewan yang belum tentu bisa kita lakukan di tempat lain.

Ada kabar gembira bagi kalian yang penasaran ingin berkunjung. Untuk bulan ini, Lombok Elephant Park  memberikan diskon khusus bagi masyarakat Lombok, diskon tiket masuk sebesar 25%  dari harga tiket Rp. 100.000,- diberikan kepada mereka yang memiliki KTP dengan alamat Lombok.
Terkait dengan MoU antara  Blue Bird Lombok dan Lombok Elephant Park (cek link ini), bagi mereka yang ke lokasi menggunakan Lombok Taksi, dan memesan melalui aplikasi My Blue Bird, maka dengan menunjukkan riwayat perjalanan, kita mendapatkan sebesar 15 % untuk tiket masuk. Jadi kapan lagi, ayo berkunjung, ajak keluarga untuk mengunjungi dan menambah wawasan kita tentang ragam fauna yang ada, dijamin kalian terpesona. Oh iya, bagi yang ingin tahu keseruan kegiatan imi, dapat juga melihatnya melalui rekaman video dan gambar melalui link ini. DANKE

berfoto bersama TGB








Sunday, September 17, 2017

Lombok Taksi (Blue Bird) dan Sebuah Sinergi

Zoon Politicon, itulah pernyataan Aristoteles mengenai hakikat manusia dalam hidup, bahwa sejatinya manusia itu merupakan mahkluk sosial, artinya mereka tidak dapat hidup sendiri tapi harus berdampingan dengan manusia lainnya. Karena manusia sewaktu-waktu akan membutuhkan bantuan dari orang lain dalam menjalankan hidupnya. Salah satu contohnya yaitu jika ingin mencapai suatu tujuan tertentu manusia akan saling bekerja sama untuk mencapainya. Kerja sama bisa dilakukan dengan orang lain yang ada pada lingkungan sekitar. Misalnya orang orang yang ada di sekolah, lingkungan masyarakat, di perusahaan dan lain-lain. Tentunya kerja sama bisa terbentuk karena adanya kepentingan yang sama salah satunya kepentingan untuk mencapai suatu tujuan.
Lalu apakah yang dimaksud dengan kerja sama?

Kerja sama adalah suatu pekerjaan yang di kerjakan oleh dua orang ataupun lebih untuk mencapai tujuan atau target yang sebelumnya telah direncanakan dan disepakati bersama. Atau kerja sama dapat diartikan sebagai tindakan-tindakan dalam pekerjaan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan dan demi keuntungan bersama.
Biasanya dalam sebuah perusahaan atau lembaga-lembaga, kerja sama tim telah menjadi sebuah kebutuhan untuk mewujudkan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Kerja sama tim akan menjadi suatu dorongan sebagai energi maupun motivasi bagi setiap individu yang tergabung dalam sebuah tim kerja. Jika kerja sama tim dapat berjalan dengan baik, maka kelancaran berkomunikasi maupun rasa tanggung jawab pada setiap individu yang ada di dalam tim kerja akan terbentuk. Selain yang disebutkan di atas, kerja sama dapat juga dilakukan oleh suatu perusahaan/lembaga dengan perusahaan/lembaga lainnya.
Terkait dengan hal tersebut, ada hal cerdas yang dilakukan oleh salah satu perusahaan moda transportasi yang ada di Lombok, Blue Bird Lombok (Lombok Taxi), itulah perusahaan tersebut, perusahaan moda transportasi yang terbukti dan teruji selama puluhan tahun. Setelah sebelumnya melakukan kerjasama dengan beberapa gerai makanan yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di Mataram, Blue Bird Lombok kembali melakukan kerja sama dengan beberapa rumah makan yang ada d Mataram.
Kamis 14 September 2017, saya berkesempatan untuk menyaksikan sebuah momen kerja sama yang dilakukan oleh perusahaan ini. Bertempat di Pusat oleh-oleh Sasaku, yang berlokasi di Kecamatan Batu Layar - Senggigi, dilakukanlah kerjasama antara Blue Bird Lombok dengan Sasaku. Penandatanganan itu sendiri dilakukan di Lantai 2 (dua) pusat oleh-oleh tersebut yaitu Sasaku Resto.

Dalam sambutannya, Bapak Amir Muslim selaku Kepala Cabang Blue Bird area Lombok menyatakan bahwa dengan armada sejumlah 378 unit, Blue Bird Lombok siap melayani pengguna jasa dengan maksimal. Hal yang menarik adalah, Setiap kerja sama yang dilakukan oleh Blue Bird dengan tenant apapun, itu berarti Blue Bird telah memanjakan pengguna jasanya  yaitu dengan memberikan diskon 10 %  atau lebih (tergantung kerja sama yang dilakukan dengan tenant tersebut), dari nilai belanja yang dilakukan oleh konsumen. Diskon tersebut dapat diperoleh konsumen dengan cara menunjukkan transaksi setiap menggunakan layanan Blue Bird (Lombok Taksi) melalui aplikasi My Blue Bird yang bisa langsung anda unduh dengan mengklik link ini.

General Manager Sasaku  sendiri mewakili pemiliknya menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat penting, dan berharap bahwa hal ini dapat meningkatkan jumlah pembelian yang ada. Mengusung tema One Stop Shopping, Sasaku juga memanjakan konsumen dengan adanya Sasaku Resto di lokasi yang sama. Konsumen akan dimanjakan lidahnya dengan beragam menu yang disajikan.
Bagaimana Guys, kerenkan Blue Bird Lombok?
Makanya buruan unduh aplikasinya, dan gunakan dalam setiap perjalananmu, banyak manfaat yang akan kamu peroleh pastinya. Jangan lupa ya J .


Thursday, September 14, 2017

BANGGA MENJADI INDONESIA


Puluhan pantai indah berpasir putih dengan bentangan lansekap perbukitan yang menawan, pulau-pulau kecil, air terjun elok, Gunung Rinjani dengan danau segara anak  yang menggairahkan. Ya, itulah Lombok, sebuah pulau mempesona dengan  julukan pulau seribu masjid yang pada kurun waktu belakangan menjadi sorotan karena kemenangannya di ajang penghargaan wisata halal dunia. Belum lagi ragam budaya mulai dari Presean, Lebaran Adat, Maulid Adat dan Nyongkolan, siapapun pastilah akan terpesona.

Patut banggakah kita yang berdomisili?

Iya, itu pasti, bangga menjadi masyarakat Lombok sejatinya harus terpatri dengan segala karunia Allah SWT, sungguh patut hal itu kita syukuri.

Kita beralih ke timur, di sana terletak pulau Sumbawa, sebuah pulau dimana terkandung emas di dalamnya. Bukan hanya itu saja, di sana ada Pulau Moyo, pulau yang pernah dikunjungi Lady Diana untuk berwisata. Semakin ke timur, kita akan berjumpa dengan Gunung Tambora, gunung dengan letusan yang mengguncangkan dunia, debu letusannya menutupi mulai dari Benua Asia, Eropa hingga Afrika. Semakin ke timur, tepat di ujung pulau, di sana terletak Bima, Dana Mbojo Dana Mbari yang berarti tanah keramat, tanah penuh misteri , persinggahan transportasi dunia pada zaman dahulu kala.

Gabungkanlah dua pulau tersebut, maka jadilah Nusa Tenggara Barat, sebuah provinsi dengan 3 (tiga) suku asli di dalamnya (Sasak, Samawa, Mbojo), hidup rukun tepa slira. Provinsi yang kaya, bukan hanya karena sumber daya alamnya, tapi juga sumber daya manusia. Banggakah saya dengan NTB?

Ya, tentu saja saya bangga, apalagi provinsi ini memiliki pemimpin yang mumpuni, bukan hanya dalam hal duniawi, tapi juga ukhrowi.

Kita semua mahfum pastinya, bahwa Provinsi NTB terletak di Indonesia, sebuah Negara Kesatuan yang membentang mulai dari timur Sumatra sampai barat Papua, dengan beragam bahasa, budaya, suku bangsa dan agama. Negeri dengan tanah subur, dimana tongkat kayu dan  batu pun  jadi tanaman. Negara kepulauan dengan sumber daya alam yang berlimpah, yang kekayaannya pernah menjadi buah bibir dunia, hingga membuat kita terjajah tiga setengah abad lamanya.

Banggakah kita dengan Indonesia?

Ya, tentu saja. Negeri ini layaknya surga, apa yang kita inginkan tersedia. Lalu cukupkah semua hanya dengan berbangga? Tentu saja tidak, ada hal-hal yang harus kita pelihara, jaga dan rawat, jangan biarkan siapapun yang berniat jahat. Kita harus bersatu, abaikan perbedaan pandangan, agama maupun suku, untuk membuat Indonesia maju.

"Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba flashblogger dengan tema bangga Lombok, bangga NTB, bangga Indonesia, yang di selenggarakan oleh kemkominfo pada hari Jum'at 15 September 2017 dalam acara workshop Flash Blogging  dengan tema Bijak Bermedia Sosial".